Rabu, 13 Oktober 2010

10.10.2010

Dengar sayang,
dengar walau perlahan,jantungQ brdendang saat kau datang,
Deru nafasQ memudar melayang,
bagai anggur manis dalam piala emas yg menguap dan terbang oleh mentari yg panas namun menakjubkan...

Rasakan sayang,
rasakan,cobalah walau memberatkan,
darah ini seakan membeku,menyatu dg merahnya bagai tetes embun di pucuk cemara yg beku karna dingin salju yg putih dan menggigilkan menggetar dlm sendi,

Sayang,hari ini kau begitu nyata bagiQ,
senyum yg dulu hanya semu,kini ddepanQ,
suara yg dulu seakan samar,kini dsampingQ,
Ingin aq menahanmu,menggenggam jemarimu,dan menarikmu dlm pelukQ karna sungguh aq tak mau kau menghilang dihadapanQ,

Andai kau melihat,
jiwa ini menari-nari bagai dalam pesta keindahan yg diiringi lagu balada dg nada2 cinta yg membuat mendayu dlm rindu,
Andai kau mendengar,
hati ini bernyanyi bagai seniman yg bahagia,brsenandung walau suara sumbang tapi menyenangkan,mengalun kan mayornya melodi seakan mengungkap hati ini mencintamu,

Sayang,sungguh hari ini kau membahagiakanQ,dan Q brharap datang hari yg lebih menyenangkan antara Qt.

0 komentar:

Posting Komentar