Jumat, 18 Februari 2011

Jika Mentari berprosa (Mawar merindu)

Hay mawar jelitaku,

Tak bosan-bosan kau mekar tanpa cadar dan merekah setiap ku datang lantang dan mulai sorai menyapamu,

Tak lelahkah gemulai indahmu menghias panas keras langkahku yang makin menjauh berlalu,

Tak jenuhkah protektifnya tangkaimu menyaksikan kasmaranmu kasmaranku yang menggebu bergenderang berpadu nyanyian rindu,

Tak iri kah daunmu yang hijau yang melambai santai menyaksikan bualan kita yang tinggi dan irasional tanpa baku,

Dan kau lalu kemana kau setelah ku meredup sendu menyamar samar tenggelam di senja yg tak berpintu itu,

*aku tertidur layu,menggigil dalam rindu*

Aku pun akan datang mawarku,menjelang membelaimu sayang diawal pagi untukmu,

Meski malam menahanku dlm tangannya yang kaku penuh kegelapan menyayu,

Meski kelabu mendung gerimis mengganggu mencoba menyurutkan niatku,

Tapi aku ada,
Aku akan bawa cahaya dunia,

Mencium mesra keningmu lalu rambutmu yg bersemat semangat penuh rindu,mawarku...

*aku pun begitu mentariku,pasti setia memerah untukmu*

Rabu, 09 Februari 2011

Diam

Kadang aq ingin utk berpuisi non fiksi,menyusun kata demi kata sederhana hingga brbait-bait dan kemudian meneriakkannya perlahan di dalam hati,agar hny aq yg bsa mndengarnya,hanya alam,dan Dia Yg Mengerti.

Sperti daun2 di pohon yg menghijau dan menguning sebelum bnar2 menua,yg slalu mentasbihkan Nama2-Nya dstiap awal fajar hinggga akhir senja,hingga malam dan pagi kembali padanya,bahkan saat musim gugur dia merontok ke tanah dan menyatu ke bumi tnpa nyawa.atau saat badai melahap dia terbawa angin,kemudian tiada,
tapi indahnya,menakjubkan jiwa,karna sbuah kesederhanaan kata yg mengungkapkan ketulusan dunia,sangat brsahaja.

Tapi kadang aq jg ingin diam,bahkan tak ingin mengenal satu kata pun dari smua bahasa,bahkan tubuh pun tak mau untuk bersuara,saat dunia terasa neraka,saat smua kata2 munafik menjadi sebuah nyanyian kebanggaan oleh orang yg merasa diatas kebenaran,yg meneriakkan penghukuman kpd yg tak seharusnya.
Suara mereka bagai jilatan2 api yg membakar telinga,bosan,dan sangat memuakkan.
Tak sadarkah mereka yg berteriak benar jg pnya sebuah ketidakbenaran?
Tak malukah mereka yg menghujat yg salah jg pnya sebuah kesalahan?

Tapi kadang aq jg ingin brdiri diatas puncak yg paling tinggi,dan menatap mata mereka satu per satu,dan menjelajahi pikiran mereka,dan kemudian berteriak : " DIAAAMMMMMM!!!!!",diam,diam dan diam.