Jumat, 18 Februari 2011

Jika Mentari berprosa (Mawar merindu)

Hay mawar jelitaku,

Tak bosan-bosan kau mekar tanpa cadar dan merekah setiap ku datang lantang dan mulai sorai menyapamu,

Tak lelahkah gemulai indahmu menghias panas keras langkahku yang makin menjauh berlalu,

Tak jenuhkah protektifnya tangkaimu menyaksikan kasmaranmu kasmaranku yang menggebu bergenderang berpadu nyanyian rindu,

Tak iri kah daunmu yang hijau yang melambai santai menyaksikan bualan kita yang tinggi dan irasional tanpa baku,

Dan kau lalu kemana kau setelah ku meredup sendu menyamar samar tenggelam di senja yg tak berpintu itu,

*aku tertidur layu,menggigil dalam rindu*

Aku pun akan datang mawarku,menjelang membelaimu sayang diawal pagi untukmu,

Meski malam menahanku dlm tangannya yang kaku penuh kegelapan menyayu,

Meski kelabu mendung gerimis mengganggu mencoba menyurutkan niatku,

Tapi aku ada,
Aku akan bawa cahaya dunia,

Mencium mesra keningmu lalu rambutmu yg bersemat semangat penuh rindu,mawarku...

*aku pun begitu mentariku,pasti setia memerah untukmu*

0 komentar:

Posting Komentar