
Tak ada satupun yg kupahami,
saat harus melihat dg ketidaksempurnaan ini,
bhwa smua yg kecil itu mengubah jalan hidupku,
mmatahkan smua senyum,bahkan meleburkan setiap harapanku,
Kenapa Tuhan?
Ada apa Tuhan?
Aku harus melihat beliau menangis karna kekalahanku yg tak termaafkan?
Apa sudah benar2 tak ada sedikit kesempatan utk mmbahagiakannya,mmberi sdikit saja senyum ceria utk kerut wajahnya yg menua karna aku,demi aku?
Kapan Tuhan?

0 komentar:
Posting Komentar