Rabu, 14 Juli 2010

Andai Andai


Aq bukan manusia munafik,

Yang trlalu pandai menutupi kenyataan ini,

Saat ini dlm hati aq msih menunggumu,

Aku tak berdusta hati ini benci,tp jiwa ini slalu menantimu,

Terlalu rumit bahkan tak layak untuk terpikir,

Tapi rasa terlalu jujur utk berbohong padamu,




Entah harus bagaimana,dan seperti apa,agar hati ini melupakan smua dg apa adanya tanpa terpaksa,

Agar hati ini bisa hebat spti hatimu,

yg mudah melupakan dan sanggup meninggalkan tanpa beban.


Mungkin aq bertanya pada langit,yg bisa menyelimuti bumi tanpa berharap memeluknya,

Atau mungkin kepada mentari yg menghangatkan dunia,tanpa berharap memiliknya,

Tapi jiwa ini terlalu bodoh untuk memahami mereka,

hati ini terlalu lemah untuk ikuti mereka.

Karena aq hanya manusia yg terlahir karena cinta,yg hidup oleh cinta,

dan berharap mendapat cinta,

yg apa adanya dan cinta yg sederhana,tanpa tanda tanya dan tanpa dusta.



Andai saja dunia bukan dunia,tapi hanya secarik kertas putih yg kosong,

mungkin akan aq tulis sebuah kisah yg indah,

Dan aq gambar sebuah harapan yg tulus,

Dipenuhi dg warna yg membahagiakan,

Dan tak perlu ada sakit hati atau ratapan jiwa yg memilukan,



Tapi dunia adalah kenyataan,

Aq hanya mampu berjalan tanpa harus menanyakan mengapa,

Lewati smua dg sgenap harapan,walau kadang tak sejalan,
Tapi mimpi adalah hiburan agar aq tetap berdiri,dan berpijak ditempat yg tepat dan tak jatuh dalam ke putus asaan yg menyakitkan...

Bila Mungkin [ Jangan Menangis ]

Cukup aku mengenalmu,

tak akan lebih,

Cukup kau mengenalku,

tak akan lebih,



Melihatmu tersenyum pun aq akan bahagia,

Mendengar kau bersenandung gembira pun aq akan lebih bahagia,



Aku bukan apa2,

Aku hanya setumpuk mimpi2 belaka yg tak berharga,

Aku hanya sebait kisah maya yg tak berharap menjadi nyata,



Tapi aku berharap kau bahagia,

Dan menyimpan air matamu yg terlalu berharga untuk kau jatuhkan,

Dan melupakan isak tangis yg terlalu merdu untuk kau suarakan.



Tersenyumlah bersama hangat mentari pagi ini,karna senyummu membakar semangat jiwaQ yg tlah terlalu lama temaram kan.



Bernyanyilah mengiring nyanyian burung2 itu,agar aq damai dalam alunannya,

Menarilah selembut angin2 ini,agar aq terhanyut dalam lembutmu,



Dan bila kau lelah,

Mungkin bila kau letih,

Atau bila kau patah tanpa arah,

Datanglah padaku,

Rebahkan kepalamu didadaQ,

agar Q rasakan asamu,

agar Q mengerti dan membawakan keluh kesahmu,

agar kau tenang dan tak resah oleh waktu...



Datanglah padaQ bila mungkin...

Selasa, 13 Juli 2010

Pernah Cinta

Em   Bm   Em   Bm
Ku pernah mncintai kamu,

Em   Bm   Em   Bm
Ku prnah mnyayangi dlu,


C      D      D7         G
Hingga kini kau prgi dengannya,

C      D      D7         G
Hingga kini kau prgi dengannya...



Reff:

Em   C      B
Pergi jgn kmbali,

         G
Tak kan ku simpan,

D         B
Sakit hati ini...


Em   C      B
Hilang jauh dariku,

         G
Tak kan ku simpan,

D         B
Hancur jiwa ini..

Untukmu

   A
Sekian lama Qt brsama,

   Bm
Menjalin rasa satukan jiwa,

   F#m            E
Warnai dunia tuk slamanya...



   A
Tetapi kini mimpi mimpiku,

   Bm
Memudar sirna tinggalkan jiwa,

   F#m            E
Hncurkan asa bersamamu...



D               C#m
Apa kau benar tak mengerti,
   Bm         E
jiwa ini untukmu...



Reff:

               A
Seandainya waktu,

               Bm
Takkan pernah brlalu,

               F#m
Tak kan meninggalkanQ,

               E
Aq hanya untukmu,



               A
Dan bila nanti,


               Bm
Hari terus brganti,


               F#m
Smua takkan kmbali,


               E
Aq msih dsini...untukmu...

Senin, 12 Juli 2010

Aku Tau Kau Tlah Tau

Untuk seorang makhluk Tuhan yg disebut "Perempuan",





"Perempuan",yg diberikan kelembutan pada nya,dibekali hati yg putih bersih,

dititipkan sebuah kecantikan yg mempesona mata,

senyum yg menawan menyejukkan jiwa,



"Perempuan",yg membuat aq tenang dan damai memikirkannya,

yg membuat aq terlupa pada apa2,karna ingat hanya tentang dia,



"Perempuan",kau tercipta untuk aq kagumi saja,aku tak mau mengganggumu, atau menyakitimu,biar lah aq bahagia memandangmu,



"Perempuan",hati ini slalu memanggilmu,

merindukan tawamu,mengharap senyummu menggetar dihatiQ,



"Perempuan",jiwa ini lemah jauh darimu,

kosong terhempas angin,jika tanpamu,



"Perempuan",jangan lama2 kau diam padaQ,aq ikut membisu dan tak mengerti mengucap apalagi untukmu,



"Perempuan",sadarkah hadirmu mengubah pikirQ?membawa terang dalam kelamQ yg tlah lama menggelayuti hidupQ?



"Perempuan",jangan hilang dulu saat ini,beri aq waktu sejenak merasakan bahagia dg mu,jangan lepas tangan ini,Q ingin menggenggam jemarimu agar aq tak tersesat waktu,



"Perempuan",kau adalah ceritaQ,nyanyian jiwaQ yg tertulis dg sajak ketulusan,



"Perempuan",perasaan ini sederhana,tak rumit,apa adanya,

tak perlu kau bingung memikir,cukup kau tahu dan kau dengar ini,



"Perempuan",jika kau mendengar ini,jangan lari,tapi dekatlah dg aq,karna ini tentangmu,bukan tentang dia,

ini tentang hatiQ yg misteri dan lama aq simpankan,



"Perempuan",aku tlah jatuh,dalam pesonamu,maafkan aku yg menunggumu,

lancang tak berakal menantimu,

perasaan ini terlalu dalam untuk aq buang,



"Perempuan",aku tau kau tlah tau...

Kepada Pemilik Hidupku

Dan akhirnya kini Q terdampar di sudut dunia lama...

Di kota tua,kota penantian,kota kesedihanQ...



Tapi tak selamanya raga ini harus tersungkur,tak boleh lama2 jiwa ini terkubur dalam kehancuran...



Bangkitkan senyawa2 dalam jiwaQ,

satukan nadi2 ini yg sempat terputus,

dan biarkan nafas ini menghembus mencari kehidupan lagi...



Ayolah gerakkan jemari2 ini,

mencoba mencari tanda2nya alam nyata dan bukan skedar mimpi2...



Ayolah langkahkan kaki2 ini,

meski terseret2 dlm ketidak-seimbangan,

dan tertatih2 karna ketidak-sempurnaan,

tapi pasti mampu berdiri bahkan berlari...



Cobalah kembangkan sayap2 ini,

yg tlah lama tak berarti,

coba utk melayang mencari celah langit menuju harapan abadi...



Smoga kan temukan bintang itu,

dapatkan sesuatu yg tersembunyi dan yg kan mengubah pribadi ini...



Smoga Yg Maha Tinggi memberi restu pada cerita ini,

dan dengan tanganNya memberkati,

memberi jalan dan kemudahan saat Q berlari nanti...



Amien Yaa Pemilik HidupQ...

Amien Amien...

Kebutaan Dalam Kebisuan

Andai kebutaan ini mampu melihat,
aq inginkan melihat ttg kenyataan2 yg trpendam,

Bahwa kenyataan tentang warna hidup ini adalah kejam dan menikam,
melihat betapa hitam kelam itu mampu membunuh pelan sang kesucian yg putih dan jadikannya kelabu,
dan yg merah pun berubah jadi pasrah lemah dan membiru dan sayu,

Andai kebisuan ini mampu bicara,
aq hny inginkan brbisik lirih pada hati2 yg keras dan membatu,
berucap pelan pada jiwa2 yg tinggi dan yg tak mau mengerti,
dan bersenandung sendu pada ego2 manusia yg saling membenci :


"Ambillah penglihatmu dan pasangkan diwajahmu,agar kau melihat orang yg berdarah untukmu"

"Ambillah pendengarmu dan pasangkan dikepalamu,agar kau sedikit saja mendengar orang yg menangis karnamu"

"Ambillah hatimu,dan pasangkan dijiwamu yg hampa itu,agar kau mampu merasakan yg dirasa orang yg tlah mau sakit demi mu"

"Ambillah tanganmu,dan pasangkan di tubuh angkuhmu itu,agar kau mampu menyentuh darah2 orang yg mati dan layu didepanmu"

"Lihat lah...lihat sbelum kebutaan abadi itu menyiksamu"

"Dengar lah...dengar sbelum kebisuan sejati itu kan tenggelamkanmu"

Yang Takkan Termiliki,Yang Takkan Terjadi

Pagi..
Aq bhagia saat ini,
lihatlah bibir ini tersenyum tulus untukmu..
Berharap kau kan begitu...

Andai kau bukan pagi,tapi kau putri waktu yg datang dan pergi,
aq ingin denganmu,
temani saat kau membuka jendela pagi dan membuatnya indah,hingga saat kau menutup dan menjemput rembulan hari ini diujung senja nanti...

Datanglah...
Genggam tangan ini,kedua nya ini kan menjagamu,
Qt kan menari dan menyanyi iringi tembang ceria ini,
Hingga lelah ini takkan terasa,
dan keluh dan keringat Qt seakan menyejukkan...

Kau dan aku,pujaan hatiQ yg tak kan termiliki olehQ...
Kau dan aku,impian hidupQ yg tak kan terjadi padaQ...

Ranting Kering

Aq ranting cinta yg rapuh,

mengering dan lapuk oleh hujan air mata,

melayang2 terhempas angin tak menentu arah kemana...



Kadang Q terjatuh,dan Q lihat disampingQ,

terhampar taman taman keindahan,

tumbuhi beribu bunga yg menawan,



Tapi mata ini tertegun,

dan nafas ini sejenak berhenti,

melihat satu bunga melati di ujung taman ini,

Putihnya...lambang kesucian,

sungguh tak ternoda tak tercela padanya,

Harumnya...tebarkan damai bagiQ,

merasuk ke rongga2 dada memenuhi ruang nafasQ.hingga Q sesak karna wangimu...



Dan Q toleh kan wajah lelah ini,

kebelakang,jauh dari ujung taman,

terlihat pula mawar merah itu,

merekah tebarkan merah'nya rayuan,

bagai tersenyum mengharap Q memetiknya...

Tapi hatiQ berbisik,mencoba menyadarkanQ,

mawar itu berduri...

Dari merahnya yg indah,ada pedang dibalik gemulainya,

Dari senyumnya tersirat makna penghancuran...



Aq lepas pandangQ dari mawar yg penuh tanya itu,

dan ku kembali ke melati pujaanQ,

yg masih berdiri tenang,

tersenyum penuh ketulusan...



Aku mengagumimu melati,

aku tenang melihatmu,walau melihatmu saja tlah berarti...



Melati...

Ijinkan aku menatapmu sehari ini,

sebelum hujan badai mengejar,dan membawaQ melayang dalam kegalauan...

Ijinkan aku menyampaikan rasa ini,sebelum tanah ini mengubur dan merenggut badanQ dan tak kan ada aq lagi...



Melati...

Waktu kan segera beranjak berlalu,

tapi aku tak mau enyah hilang dari tamanmu ini,

mungkin sampai Q tak mampu lagi tuk menatap indahmu,

sampai Q tak mampu menghirup wangimu lagi,

dan sampai hati ini meluluh dan tak mampu merasa lagi...



Melati...
Pujaan Hati...
Setengah hidup ini,
aq berharap tanah ini kan menyatukan mimpiQ dg dirimu,dan tak lagi memisahkan atau meninggalkanku lagi...sampai nanti

Kamis, 08 Juli 2010

Berjalan Pelan

Bila kau tny padaQ,aq kan kmn???
Aq pun kan mnjawab:


"Aq hny ingin brjalan pelan perlahan,

Seperti siang yg menepi mnjemput malam,

Seperti mentari yg melambaikan tangan perpisahan pada rembulan,

Seperti angin pecundang yg sembunyi dibalik kekalahan,

Seperti air sungai yg menangis kepangkuan lautan,

Seperti daun kering yg terkubur dlm tanah kematian,

Dan seperti manusia biasa yg meninggalkan kehidupan"

Senin, 05 Juli 2010

Senja Bahagia

Waktu: Diujung senja,sebelum mentari benar2 sembunyi.
Tempat: Dibibir pantai,dimana hamparan pasir2 memutih,dan kerang2 malang terdampar.

Para Pemain:
Naina,wanita muda,putri bangsawan yg berparas cantik dan hati baik,
Kekasih Naina,pemuda fakir dari keluarga yg rendah.


Naina duduk disamping kekasihnya,kepala lemahnya tersandar didada kekasih.
Sambil menatap ujung senja.
Naina berkata dg pelan sambil jemarinya meraih jemari sang kekasih :"KasihQ,bukankah mlm akan sgera mengambilQ,dan rembulan akan menyuntingQ,tp mngapa tanganmu diam tak menahanQ?Apa hati itu tlah melepaskan hatiQ ini?"

Kekasihnya menjawab dg mencium rambut hitam Naina : "NainaQ,stngah dari jiwaQ,sungguh kau hrz prcaya,hati jiwa dan perasaanQ adl tntangmu,hidupQ adl untukmu.Tapi Naina,aq sadar,bagaimana tangan ini menahanmu,jika pedang kekuasaan ayahmu tlah memotong tangan2 lemah ini,dan rantai kekejaman ayahmu tlah mengikat raga yg rapuh ini".

Naina terbangun dari sandarannya,menatap mata sang kekasih,dan berkata : "Kekasih,jika memang pedang2 itu akan memotong,biar terpotong saat tangan2mu menggenggam tangan2 lemah ini sayang.Jika memang rantai itu kan mengikat,biarkan mengikat saat kau memeluk raga yg bingung ini.Karna sungguh aq tak mau jauh dari cintaQ."

Kekasihnya menjawab dg tangannya mengusap wajah Naina : "Sayang,itu tidak akan terjadi dlm nyata,biarkan saja aq disini terhanyut kelautan sedih,dan tnggelam dlm samudera pedih,tapi kau Naina,kau tak boleh menangis dg wajahmu yg ayu itu,kau tak pantas meratap dg bibirmu yg indah itu.
Terima saja kata takdir,NainaQ."

Naina menjawab dg agak keras seakan marah,tp tak marah : "Iya kekasihQ,aq akan menyerah pada tangan takdir,kau dsini terhanyut,dan aq dsana kan tercekik,dsini kau tenggelam,dan aq dsana kan tergantung.
Itukah mau mu?itukah jiwa pemberani yg aq cintai dulu?itukah hati yg brkobar yg menaklukkan hatiQ dulu?
Bukan,itu bukan dirimu kasihQ."

Kekasihnya membalas jawab dg nada pasrah : "Lalu bagaimana?dg apa aq membawamu Naina?haruskah kau Q bawa dbalik gubuk jerami,dan sembunyi dg bahagia,dan menjalin cinta dr pengejaran ayahmu?
Mungkinkah aq membawamu keujung dunia pertanyaan yg tak mungkin terjawabkan?"

Naina menggenggam erat kedua tangan kekasihnya,dan berkata : "Kemana saja,dimana saja sayangQ,bawa aq,jiwaQ dan hatiQ bersamamu.
Karna hidupQ adl bait dlm puisimu,
dan nafasQ adl nada dlm lagu2mu.
Kemanapun,dimanapun kakimu menginjak,disitu aq akn disampingmu.
Disitu aq akan membangun taman kebahagiaan,hny denganmu,dan tak dg yg lain."

Kekasihnya bagai terbangun dr lamunan,matanya binar penuh gejolak semangat,sambil brkata : "Naina,kata2mu bagai darah dlm nadiQ,bagai deru jantungQ ktika mulai sayu.
Aq pasti kan membawamu Naina,aq akan menggenggam tanganmu hingga tangan2 ini tak lagi mampu.
Aq akan memelukmu hingga tubuh ini terkubur dlm akhir kehidupan.
Jangan takut lagi Naina,malam ini akan menyaksikan Qt menjadi satu,bagai ombak2 yg memecah dipantai dan akhirnya bertemu di dasar lautan.
NainaQ,kekasihQ genggam tanganQ,aku kan membawamu ditaman mimpi2 Qt,biar Qt akan membangun istana sederhana,dg tiang2 rindu Qt,dg dinding2 cinta Qt,dan Qt akan jadi penghuninya."


Naina tersenyum,dan memeluk erat tubuh kekasihnya seakan itu adl satu raga.

Dan mentaripun tenggelam,dibalik malam,lautan tetap bertegur sapa,kadang2 berteriak.

Naina dan kekasihnya pun perlahan lenyap,dan meninggalkan jejak2 kebahagiaan.

Minggu, 04 Juli 2010

Menerka Dalam Gelap

Hancur lah sudah semua harap,hilang dan berganti tak ber asa,

putus smua rasa yang pernah ada,

Sirna berkeping keping menerkam jiwa...



Mencoba menerka dlm gelapku,

kelam kabut hitam yg mengganggu,

tak ku perduli,tak ku simpan dlm pikirku,

tetap brdiri menatap langit ku menunggu...

Menunggumu,menantimu..

Jumat, 02 Juli 2010

Amanat Cinta ( Surat Terakhir dari Penantian )

Malam ini aq tuliskan sederhana nya perasaanQ kepadamu...



Mungkin kau tak pernah tau sberapa lama aq memandangmu,

Merekam gerak indahmu didepan mataQ...

Mungkin kau tak sadar aku memberikan rasa ini hanya untukmu...



Q ingin panggil kau cinta,kau sayang,kau kasih...

Tapi serasa bi2rQ tak ada pantasnya mengucap itu...



Q ingin tanganQ yg menghapuskan air matamu saat kau menangis itu,

Yg menenangkanmu saat kau bimbang dan tak tahu arah mana yg kau pilih,



Q ingin menjadi manusia yg kau pikirkan,

yg kau rindukan itu...



Tapi tak ada yg akan nyata dari smua harapku,

walau dirimu slalu bilang,

"tak ada yg tak mungkin",



Tapi satu hal yg aq tahu,yaitu kita berbeda dan tak kan menyatu.



Mungkin terlalu buta,terlalu gila untuk cinta padamu,tapi apa daya,hati dan rasa ini jujur padamu.



Bukan salahmu,bukan salahQ,tp jalan yg menentukan,

dan ini lah ujung dari harapan,penghabisan jalan penantianQ slama ini.



Jangan menangis lagi,apapun yg kau jalani,Q berharap membuatmu bahagia dan ceria lagi,



Aku kan hilang dari ini,tinggalkan dirimu walau berat,tapi Q tak mampu bertahan dalam rasa yg menggantungQ...



Bahagialah tanpaQ,



Ini yg terakhir aq tulis tentang rasaQ kepadamu...



"aku cintai kamu"



"ku sayangimu"



"aku slalu rindukanmu"





Sekalipun belum bertemu,dan takkan bertemu...



Tapi ini untukmu





Dari Penantimu...

June 29

Waktu ini makin menjauh meninggalkan aq..
Kesempatanku makin terbatas dan tak panjang lagi...

Detik demi detik beranjak mendewasakan jiwaQ,
mengajarkan pahit manisnya dunia,mendidikQ dg kesalahan2 dan kebodohan yg tak boleh terulang,

Menit pun brtambah menit,
mengiringi usiaQ yg makin menua,menyadarkan aq jalan ini akan berujung nantinya,

Jam dan jam terus berputar menghitung brapa lama lagi aq mampu berdiri,dan membisikkan nasihat kebaikan,dan mengharap aq menyadarinya,
mengharap aq segera mengucap kata penobatan atas dosa dan khilaf slama waktu sebelumnya...

Hari pun tinggalkan hari,
tinggalkan kenangan derita lara,dan membungkusnya dg canda tawa manis di jiwa,
cinta demi cinta tlah datang,dan pergi menghinggap dihati,
perempuan demi perempuan pun tlah sering hadir temani hidup ini,dan kini menghilang,

Minggu itu juga memisah kpada minggu yg lain,
berpesan mesra,berdoa dg apa adanya,memohonkan smoga yg aq cita,akan terdapatkan,
sgala asa moga tercapaikan ditangan..

Bulan juga bulan2 yg lain,
mendikteQ dg sgala rencana ke depan,memberiQ setumpuk progam2 kehidupan yg harus Q jalankan dg hati yg tenang dan jiwa yg menerima...

Dan kini Tahun tlah berganti dg TahunQ yg bertambah,
mewajibkan aq belajar lebih tegar dan sabar dlm berpikir,berucap,dan berkelakuan,

Dan mendisiplinkan aq untuk lebih rapi dlm menulis cerita kehidupan ini,lebih hati2 dalam melukis gambar2 kenyataan yg ada nanti,
agar aq tak jatuh dalam kesalahan abadi,

Trimakasih kpada Tuhan,yg PenciptaQ,yg Berkuasa atas hidupQ,

Terimakasih kpada Ibu dan Ayah yg membesarkan aq,mencintaiQ dg cinta paling sjati apa adanya,

Trimakasih pada Saudara2 darahQ,
yg menemaniQ,yg mengejekQ dg canda,dan memujiQ dg tawa,

Trimakasih pada Sang Guru,
yg mendidik aq,menitipkan ilmu manfaat utk hidupQ,

Terimakasih pada Sang Mantan2 KekasihQ,
yg mengajariQ cinta,
mengajariQ tntang kesetiaan dan apa itu pendustaan cinta,

Terimakasih pada Sahabat2 terhebatQ,
yg membawaQ saat Q lemah dan tak berdaya,

Terimakasih kpada Waktu,
yg setia iringi langkah padaQ,

Trimakasih kpada Bumi,
yg menjagakanQ,temani jalanQ yg kadang gontai ini,

Trimakasih kpada Langit,
yg meneduhkan aq,menyelimuti aq saat aq tanpa siapa2,

Trimakasih kpada Udara,
yg membelaiQ,yg menyejukkan nafas ini saat aq sesak dg masalah,



Trimakasih kpada Mentari,
yg menghangatkan aq,saatQ menggigil dalam kedinginan hati,

Trimakasih kpada Bulan dan Bintang,
yg terangi malamQ,menghiburQ saat aq sendu,

Trimakasih kpada Hujan,
yg membasuhQ,saat aq kering dan dahaga karna cinta,

Trimakasih kpada Pagi Siang Sore Malam,
yg mendampingiQ saat aq bercerita,

Trimakasih kpada Air Mata,
yg mengungkapkan sedihQ,saat bibirQ tak mampu mengucapnya,

Trimakasih kpada Semua,kpada yg sekecil2nya,yg sejauh2nya,dan kepada yg tak tertulis dan tak terpikir,

Sisa cerita ini takkan indah tanpa kalian...

Dengarlah Jiwa

Aku brtanya,

brtanya padamu wanita ku puja,

kenapa harus...

jiwa ini resah memilikimu,

mengapa ada...

hati ini sakit mencintaimu,

Bukankah jantung ini tlah kau ambil,

Hati ini tlah kau simpankan,

Nafasku pun tlah kau hirup sdalam dalam...



Bukan kah sharusnya ku bahagia brsamamu,

dan kau bahagia brsamaku,

tapi mengapa hrus air mata dan luka yg Qt ciptakan,

mengapa hrus amarah dan ego yg Qt tunjukkan...



Belahan jiwaQ,

biarkan cinta ini bicara,

biarkan rasa ini menenangkan Qt,

rasakan kembali detak jantungQ,

resapi kembali alunan hembus nafasku,



Langkah ini untukmu,

bicara ini tentangmu,



Yakin lah hidup ini padamu,

Sungguh mati pun ingin brsamamu...

Kamis, 01 Juli 2010

Senandung Rindu Untuk Naina

Hati ini ingn bicara,tapi tentang apa?
Bibir ini ingin berucap,tapi pada siapa?

Mungkin Q kan membisu dan terdiam,tapi biarlah angin ini bicara membisikkan kata2,
mengungkapkan sedikit saja tentang aq..
Tentang rinduQ padamu yg tak tersampaikan,
Tentang cintaQ untukmu yg tak terungkapkan,
Dan tentang kasihQ yg tak kan pernah tertuliskan...



Rasa ini tulus,setulus rembulan temani bintang2 yg meredup di malam kesunyian dan terasa hampa...
Rasa ini dalam,sedalam dasar bumi menyimpannya,mgkn hingga tak terungkapkan oleh kata biasa...
Rasa ini rasa yg dirasa panas dan berharap kan hujan membasuhnya,
Rasa ini rasa yg dibawa merpati2 saat bernyanyi menyambut datangnya ceria pagi,
dan rasa ini rasa yg ditinggalkan malam sebelum pagi memanggil dan membunuhnya...
Mungkin tak layak terlihat,dan terlalu aneh kau dengarkan,tapi rasa ini memanggilmu,
menyebutmu dg syair2 rindu,
mengharap slalu hadirmu padaQ,
tak rela kehilanganmu walau tak pernah aq memilikimu...



Rindu ini untukmu,skalipun kau tak tahu aq,
Rindu ini padamu,skalipun kau kan tetap meninggalkanku...

Rindu ini merindukan mu Naina...

Kau Jantungku

Ketika hatiQ terjatuh...

Ketika rasaQ tertinggal...

Smua waktu,takkan menjagaQ...

Tapi engkau slalu memelukQ...




Kau jantungQ,

Takkan bisa Q hidup tanpamu,

Kau nafasQ ,

Berhembus dan merasuk dijiwaQ...


Kau darahQ,

mengalir dan menyatu padaQ,



Kau jantungQ...