Senin, 05 Juli 2010

Senja Bahagia

Waktu: Diujung senja,sebelum mentari benar2 sembunyi.
Tempat: Dibibir pantai,dimana hamparan pasir2 memutih,dan kerang2 malang terdampar.

Para Pemain:
Naina,wanita muda,putri bangsawan yg berparas cantik dan hati baik,
Kekasih Naina,pemuda fakir dari keluarga yg rendah.


Naina duduk disamping kekasihnya,kepala lemahnya tersandar didada kekasih.
Sambil menatap ujung senja.
Naina berkata dg pelan sambil jemarinya meraih jemari sang kekasih :"KasihQ,bukankah mlm akan sgera mengambilQ,dan rembulan akan menyuntingQ,tp mngapa tanganmu diam tak menahanQ?Apa hati itu tlah melepaskan hatiQ ini?"

Kekasihnya menjawab dg mencium rambut hitam Naina : "NainaQ,stngah dari jiwaQ,sungguh kau hrz prcaya,hati jiwa dan perasaanQ adl tntangmu,hidupQ adl untukmu.Tapi Naina,aq sadar,bagaimana tangan ini menahanmu,jika pedang kekuasaan ayahmu tlah memotong tangan2 lemah ini,dan rantai kekejaman ayahmu tlah mengikat raga yg rapuh ini".

Naina terbangun dari sandarannya,menatap mata sang kekasih,dan berkata : "Kekasih,jika memang pedang2 itu akan memotong,biar terpotong saat tangan2mu menggenggam tangan2 lemah ini sayang.Jika memang rantai itu kan mengikat,biarkan mengikat saat kau memeluk raga yg bingung ini.Karna sungguh aq tak mau jauh dari cintaQ."

Kekasihnya menjawab dg tangannya mengusap wajah Naina : "Sayang,itu tidak akan terjadi dlm nyata,biarkan saja aq disini terhanyut kelautan sedih,dan tnggelam dlm samudera pedih,tapi kau Naina,kau tak boleh menangis dg wajahmu yg ayu itu,kau tak pantas meratap dg bibirmu yg indah itu.
Terima saja kata takdir,NainaQ."

Naina menjawab dg agak keras seakan marah,tp tak marah : "Iya kekasihQ,aq akan menyerah pada tangan takdir,kau dsini terhanyut,dan aq dsana kan tercekik,dsini kau tenggelam,dan aq dsana kan tergantung.
Itukah mau mu?itukah jiwa pemberani yg aq cintai dulu?itukah hati yg brkobar yg menaklukkan hatiQ dulu?
Bukan,itu bukan dirimu kasihQ."

Kekasihnya membalas jawab dg nada pasrah : "Lalu bagaimana?dg apa aq membawamu Naina?haruskah kau Q bawa dbalik gubuk jerami,dan sembunyi dg bahagia,dan menjalin cinta dr pengejaran ayahmu?
Mungkinkah aq membawamu keujung dunia pertanyaan yg tak mungkin terjawabkan?"

Naina menggenggam erat kedua tangan kekasihnya,dan berkata : "Kemana saja,dimana saja sayangQ,bawa aq,jiwaQ dan hatiQ bersamamu.
Karna hidupQ adl bait dlm puisimu,
dan nafasQ adl nada dlm lagu2mu.
Kemanapun,dimanapun kakimu menginjak,disitu aq akn disampingmu.
Disitu aq akan membangun taman kebahagiaan,hny denganmu,dan tak dg yg lain."

Kekasihnya bagai terbangun dr lamunan,matanya binar penuh gejolak semangat,sambil brkata : "Naina,kata2mu bagai darah dlm nadiQ,bagai deru jantungQ ktika mulai sayu.
Aq pasti kan membawamu Naina,aq akan menggenggam tanganmu hingga tangan2 ini tak lagi mampu.
Aq akan memelukmu hingga tubuh ini terkubur dlm akhir kehidupan.
Jangan takut lagi Naina,malam ini akan menyaksikan Qt menjadi satu,bagai ombak2 yg memecah dipantai dan akhirnya bertemu di dasar lautan.
NainaQ,kekasihQ genggam tanganQ,aku kan membawamu ditaman mimpi2 Qt,biar Qt akan membangun istana sederhana,dg tiang2 rindu Qt,dg dinding2 cinta Qt,dan Qt akan jadi penghuninya."


Naina tersenyum,dan memeluk erat tubuh kekasihnya seakan itu adl satu raga.

Dan mentaripun tenggelam,dibalik malam,lautan tetap bertegur sapa,kadang2 berteriak.

Naina dan kekasihnya pun perlahan lenyap,dan meninggalkan jejak2 kebahagiaan.

0 komentar:

Posting Komentar