Aq ranting cinta yg rapuh,
mengering dan lapuk oleh hujan air mata,
melayang2 terhempas angin tak menentu arah kemana...
Kadang Q terjatuh,dan Q lihat disampingQ,
terhampar taman taman keindahan,
tumbuhi beribu bunga yg menawan,
Tapi mata ini tertegun,
dan nafas ini sejenak berhenti,
melihat satu bunga melati di ujung taman ini,
Putihnya...lambang kesucian,
sungguh tak ternoda tak tercela padanya,
Harumnya...tebarkan damai bagiQ,
merasuk ke rongga2 dada memenuhi ruang nafasQ.hingga Q sesak karna wangimu...
Dan Q toleh kan wajah lelah ini,
kebelakang,jauh dari ujung taman,
terlihat pula mawar merah itu,
merekah tebarkan merah'nya rayuan,
bagai tersenyum mengharap Q memetiknya...
Tapi hatiQ berbisik,mencoba menyadarkanQ,
mawar itu berduri...
Dari merahnya yg indah,ada pedang dibalik gemulainya,
Dari senyumnya tersirat makna penghancuran...
Aq lepas pandangQ dari mawar yg penuh tanya itu,
dan ku kembali ke melati pujaanQ,
yg masih berdiri tenang,
tersenyum penuh ketulusan...
Aku mengagumimu melati,
aku tenang melihatmu,walau melihatmu saja tlah berarti...
Melati...
Ijinkan aku menatapmu sehari ini,
sebelum hujan badai mengejar,dan membawaQ melayang dalam kegalauan...
Ijinkan aku menyampaikan rasa ini,sebelum tanah ini mengubur dan merenggut badanQ dan tak kan ada aq lagi...
Melati...
Waktu kan segera beranjak berlalu,
tapi aku tak mau enyah hilang dari tamanmu ini,
mungkin sampai Q tak mampu lagi tuk menatap indahmu,
sampai Q tak mampu menghirup wangimu lagi,
dan sampai hati ini meluluh dan tak mampu merasa lagi...
Melati...
Pujaan Hati...
Setengah hidup ini,
aq berharap tanah ini kan menyatukan mimpiQ dg dirimu,dan tak lagi memisahkan atau meninggalkanku lagi...sampai nanti
Senin, 12 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar