Kasih gelapQ tersayang,
dmn kau,tak jua kunjung datang?
Mgkinkah kau hilang?
Atau kau brcinta dbelakang,sayang?
Knp kau hny datang saat mlm2Q datang,
apa mgkin kau mmang bidadari jalang,
yg dimatamu cahaya suci,tp lirikanmu bagai tarian erotik merayu menantang,
yg dibibirmu penuh pesan sayang,tp desahmu pembawa nyanyian terlarang,
Tapi memang sayang,
cantikmu mengundang,
indahmu buatku kepayang,
cepat datang,sbelum aq pun hilang sayang,
Selasa, 21 September 2010
Bidadari Jalang
Pohon Pertemanan
Ini teman,
pohon pertemanann untukmu,
mohon jagakan sejenak untukku,
karena kau adl teman brarti bagiQ,
dan terbaik sbg temanQ,
Percaya padaQ teman,
phon ini takkan menyedihkan,
mgkn ia hny meneduhkan,
dan menhijaukan hati kau dan aq sbg teman selamanya teman,
Bila nanti ak tak datang untukmu teman,
yakinlah nyanyianku kan terbawa angin lembut dari selatan,
dan terhembus membelai daunan pohon ini dan melambaikan pesan,
agar kau mendengarnya dan kau terlelapkan...
Terakhir Teman,untukmu pohon ini ak titipkan.
Senin, 20 September 2010
Minggu, 19 September 2010
Sabtu, 18 September 2010
Kamis, 02 September 2010
Batu Kehidupan
Hembusan angin pun terasa menamparku,menepuk ku di punggung bangunkan dari lamunanku...
Terbelalak mataku menatap dunia,menatap betapa keras dan tajamnya batu kehidupan,kejam yang tak tertebak...
Naik turun naik turun,jurang lembah kadang gunung dan puncak yg terjal menghalangiku,
menghadang berharap lelahkan langkahku...
Namun bara api di dada ini tetap berkobar,sorakkan semangat harapan berjuang,
Tak peduli kan taring bumi yang siap menerkam,atau pedang kejahatan di balik lembutnya kembang yang siap menusuk dada...
Kehidupan harus tetap berjalan,bergulir mengiring waktu,melangkah menitih kalbu...
Mau kalah,mau menang...
Akan kalah,akan menang...
Semua kan tersimpan di gelapnya malam,dan kan tetap jadi rahasia dalam pertanyaan,jadi harapan dalam ketidakpastian...
Aku lagi ( Menyerah )
Adakah cinta yg tersisa,
satu saja cinta,
cinta yg mencintaiQ,
menerimaQ dg kekuranganQ,
tak meninggalkanQ...
Bila masih,
aq akan mencarinya,
ku ingin merasakannya,
walau mungkin terselip diantara benci,emosi atau ambisi obsesi pribadi,
ak akan mencarimu,
Tapi...
Aaah...
Percuma...
Sia-sia...
Semua hanya sebutir mimpi,
tak mau mengerti,
tak akn menjadi nyata,
smua lara tetap menjadi lara
smua penantian tak akan trwujudkan...
Aku pecundang,
mempercundangi jiwa sendiri,
kalah oleh rasa,
terhempas oleh raga yg tak brdaya,
Biarlah mentari ini tenggelam dlm malam,
aq menyerah,angkat bendera putih,aq lepas smua angan,
Aq tak kan bermimpi,
Takkan pernah berharap rembulan itu kan datang lagi,
Takkan pernah memohon bintang itu kan mampu temani.
Smua tlah hanyut dlm kebisuan,yg tak pernah terungkapkan.
Aku lah Manusia Itu
puing2 jiwa yg kau hempaskan...
Inilah cerita,yg pernah kau cinta,
cerita yg pernah kau inginkan...
Inilah mimpi2 yg kau torehkan dulu,
harapan2 maya yg kau janjikan padaQ...
Yg pernah dihatimu,
Yg pernah milikimu,
Yg pernah jd mimpimu,
Yg pernah menjagamu,
Yg pernah berdarah untukmu,
Akulah manusia itu,manusia yg mati karena cintamu,
Terkubur hidup2 dalam keputus-asaan yg kau buatkan,
Akulah manusia itu,manusia yg kau anggap tak berhati,hingga kau tusuk2 jiwa ini,mungkin kau anggap tak apa...
Akulah manusia itu,manusia yg tak berharga,yg tak berdaya,dan yg tak berharap menatapmu kembali...
Dan aku lah manusia yg membencimu karna cintaQ...
Aku ( Ingin )
Aq kan berhembus dan menyatu abu didalam angin angin malam,
lewati sgala suasana tanpa harus melawan,
tanpa bertanya dan tak kan ditanyakan siapa siapa,
hanya aq dan hatiQ,
Kan penuhi lekuk liuk bumi dan sudut-sudut dan ujung-ujung dunia,
Membawakan rasa-rasa hati yg berbeda,dan penuh warna dari sgala bentuk dan ukurannya,
Menyampaikan rindu dari seorang manusia yang menanti kepada seorang manusia yg mereka pilih,
Menyimpankan kasih dari seorang pecinta yg terdalam untuk seorang yg tercinta,
Menjagakan janji2 suci dari dua orang manusia yg berbeda yg saling memadu membelenggu dalam ikatan yang suci dan bahagia,
Menuliskan kata2 yg tersimpan dan tertunda dari seorang manusia yg pengecut,yg mungkin terkalahkan oleh raga,
yg tertunduk dalam penantian,tanpa bicara tanpa berkata,
dan mengungkapkannya kepada seseorang lagi yg slalu dihatinya,tapi yg tak dimiliki,
Menghibur jiwa2 yg lara,dan sahabat yg terlupa atas waktu dan yg terlewatkan oleh mata,
yg terdiam oleh kata,
dan terhapus oleh langkah yg menjauhkan,
Memberikan kata yg lebih sederhana dari sebuah bentuk yg terlalu rumit dari seorang yg penuh mimpi,
dalam kenyataan yg lebih diterima oleh pikiran,
Menghapuskan air-air mata yg berjatuhan,dan menggenang bagai lautan kesedihan,menggantinya dengan senyum bagai lekukan pelangi keindahan,agar mereka bahagia...
Sungguh ku ingin begitu...
Aku ingin itu...
Paragraf Perpisahan
Aq bosan menuliskan tentangmu,biarkan cerita ini berlanjut apa adanya,masa lalu hanya lalu tak kan menahanQ,biarkan jiwa ini melayang tanpamu,sayap2Q masih cukup tuk menjauh dari belenggu hitammu...
Walau rapuh dan terjatuh,Q akan berdiri dan berlari melayang tinggi meninggalkanmu,
Air mata tak kan menenggelamkanQ dalam kepedihan abadi,
Aku mampu tuk tertawa lepaskan lara yg kau tinggalkan ini,
Aku mampu bernyanyi ceria hapuskan jejak duka yg kau tulis ini,
Tak perlu berpikir aq kan menantimu,
Tak usah berharap aq kan memaafkanmu,
Karna aku menutup kisah ini,tlah aq tuliskan sajak terakhir,tlah ku buatkan paragraf perpisahan di halaman yg terakhir,dan paling akhir yg tak akan aq ulang menulisnya.
Karna aku tlah pahami arahmu yg berbeda,
mimpimu yg tak kan bertemu dg nyataQ,
Qt kan berpisah,
berpisah dan berpisah...
Teratai Patah
tapi tentang serangkai tangkai2 teratai bunga layu,
merana pilu tenggelam dlm danau waktu,
menangis pelan terlupakan daratan membisu,
Lelah membosankan jiwa,
Hanya mentari jarang kadang menyapa,
Hangat,terik dan membakar lalu meninggalkan saja,
Pun rembulan seperti ikut tertawa,
Datang tersenyum,berkaca,
Pada bias cermin,hampa,dan akhirnya pergi tanpa bekas2 kata,
Patah lagi,hancur lagi,
Hati dan jiwa mati untuk yg keseribu kali,
Takkan hidup satu kali lagi,dan selamanya begini,
Tertidur dlm lelapnya penantian fiksi,
Imajinya mimpi dan yg takkan terjadi,
Teratai patah,hati yg pasrah,
Meluruh lemah,dan kalah,
Hati terluka tak bicara,
Jiwa tersembilu tak mengadu,
Biarkan saja waktu memandang,
Biarkan saja ruang menunggu mengundang,
Biarkan hati kosong,hilang dan melayang, layang sepanjang mata mampu memandang,
Smoga pagi pahami kan mengerti,
Dan menyejukkan dg embun2nya yg suci,
Membasuh rasa yg mati membeku sepi,
agar mampu berdiri dan menatap mentari,
Karna ini hnyalah risalah yg patah,
tentang jiwa yg patah,teratai yg patah
K.I.T.A
Cerita ini hny sederhana,
hanya ada kau dan diriQ,dan sdikit rasa yg trjalin antara Qt...
Biasa saja,
tak ada yg luar biasa pada Qt,
Tapi yg Q ingin antara Qt adl selamanya,
Q ingin nafas ini yg mengalun indah dlm sela rongga dadamu,
Q ingin langkah ini yg mengikutimu menjaga saat kau berlalu,
Q ingin apa yg kau ingin mnjadi nyata dan membahagiakanmu,
Dan K.I.T.A adalah kau dan aku dan rasaQ dg rasamu yg menyatu.
Rabu, 01 September 2010
Antara Laut pilu,Langit kelabu dan Aku
Hari ini meninggi,
tinggi stinggi langit senja menepi,
laut berombak pelan mendayu malu,
lirih tak terdengar dan smakin terasa pilu,
mata ini,mata2 hati yg tak biasa,
melihat dg cara berbeda tak sama,
melihat buih ombak membelai pantai bagai jemari kekasih yg pergi,
melihat lambaian perpisahn gelombang laut seakan untaian tangan terakhir yg ku lihat sbelum dia pergi,
Ak terduduk,tertunduk,hati tak berbentuk,
jiwa remuk tak tergenggam,hanya terseret ombak ke lautan,kadang kembali kepantai,dan ke tengah lagi,menepi lagi dan lagi...
Lelah ini,peluh keringat ini,airmata ini,dan darah penantian ini,
tlah habis kekasih,tlah mengering,tlah hanyut larut dlm satuan laut yg biru kini merah olehku,
tlah menguap terbang mengepul di atap2 langit putih kini kelabu karenaku,
Hujan nanti,hujan sebentar lagi,
tetesnya adl tangisku yg tak sempat aq teriakan padanya,adl rintihan mendayu hatiQ yg tertinggal olehnya,
mungkin badai kan memutar lautan lagi,
galaunya adl bingungku yg tak sempat terungkap untuknya,adl gelisah dan amarahku yg ada saat dia menghilang ddpan mata,
Selamat,
berpisah dan selamat jalan,
biarkan sedikit rasa ini trtinggal dsini dg aku,
biarkan mimpi2 kita tetap melayang,mencari kenyataan diujung waktu,
nafas ini,merelakanmu,
langkah ini,melepaskanmu,
Laut kan tetap bercerita dg ombaknya,
Langit pun slalu bersenandung dg awannya,
Dan aku pasti kan slalu mengenangnya dg segenap rindu utknya.
