Rabu, 01 September 2010

Antara Laut pilu,Langit kelabu dan Aku

Hari ini meninggi,
tinggi stinggi langit senja menepi,
laut berombak pelan mendayu malu,
lirih tak terdengar dan smakin terasa pilu,

mata ini,mata2 hati yg tak biasa,
melihat dg cara berbeda tak sama,
melihat buih ombak membelai pantai bagai jemari kekasih yg pergi,
melihat lambaian perpisahn gelombang laut seakan untaian tangan terakhir yg ku lihat sbelum dia pergi,

Ak terduduk,tertunduk,hati tak berbentuk,
jiwa remuk tak tergenggam,hanya terseret ombak ke lautan,kadang kembali kepantai,dan ke tengah lagi,menepi lagi dan lagi...

Lelah ini,peluh keringat ini,airmata ini,dan darah penantian ini,
tlah habis kekasih,tlah mengering,tlah hanyut larut dlm satuan laut yg biru kini merah olehku,
tlah menguap terbang mengepul di atap2 langit putih kini kelabu karenaku,

Hujan nanti,hujan sebentar lagi,
tetesnya adl tangisku yg tak sempat aq teriakan padanya,adl rintihan mendayu hatiQ yg tertinggal olehnya,
mungkin badai kan memutar lautan lagi,
galaunya adl bingungku yg tak sempat terungkap untuknya,adl gelisah dan amarahku yg ada saat dia menghilang ddpan mata,

Selamat,
berpisah dan selamat jalan,
biarkan sedikit rasa ini trtinggal dsini dg aku,
biarkan mimpi2 kita tetap melayang,mencari kenyataan diujung waktu,
nafas ini,merelakanmu,
langkah ini,melepaskanmu,

Laut kan tetap bercerita dg ombaknya,
Langit pun slalu bersenandung dg awannya,
Dan aku pasti kan slalu mengenangnya dg segenap rindu utknya.

0 komentar:

Posting Komentar