Saat ku mnatap dunia,dan tak mampu melihatnya,
hanya mndengar btapa indahnya,
tanpa warna,hanya nyanyian penuh rasa.
waktuku pun sama terasa,hanya malam juga hitam,
tanpa mengenal terangnya purnama,
bintang bulan,bahkan datangnya mata dunia.
Kini aku berdiri,bernyanyi tentang jiwa yg hitam,
coba aku meraih,meski pedihnya jiwa yg hitam,
hingga ku temukan dirimu,
yg tak mampu mendengarku,
hnya melihat aku kau membisu,
tanpa suara,hanya bahasa di jiwamu,
aku tak tau seperti apa,
mngungkapkan yg ku rasa,
dg kata tak mgkin kau bisa,
dg warna,takkan mungkin ku pahaminya
Selasa, 27 September 2011
Matikan Aku (Lagi)
Terang yang bangunkan aku,
seperti pagi bangunkan malam,
berdiri kembali, tapi untuk apa,
sejenak ku kan mati, untuk siapa,
dan mungkin, kau yang mungkin,
matikan aku lagi,
dan ku mati, kau yg mungkin,
matikan aku lagi
akankah kembali jiwa yg hilang,
bisakah berdiri aku melayang,
jiwaku tak bersemayam lagi,
ragaku kan kau matikan lagi,
dan mungkin, kau yg mungkin,
matikan aku lagi...
mengapa tak selamanya?
Terang membawaku?
seperti pagi bangunkan malam,
berdiri kembali, tapi untuk apa,
sejenak ku kan mati, untuk siapa,
dan mungkin, kau yang mungkin,
matikan aku lagi,
dan ku mati, kau yg mungkin,
matikan aku lagi
akankah kembali jiwa yg hilang,
bisakah berdiri aku melayang,
jiwaku tak bersemayam lagi,
ragaku kan kau matikan lagi,
dan mungkin, kau yg mungkin,
matikan aku lagi...
mengapa tak selamanya?
Terang membawaku?
Minggu, 25 September 2011
Tempat Terakhir 2
Coba teruskan melangkah meski ku lelah,
harapkan yg terindah datang kan merubah
lewati pedih seakan perih
hanyalah kata yg tak akan berarti
Meski kan tiada tempatku untuk bersinggah,
harapkan bunga surga kan tebarkan indah,
hiasi bumi taburkan mimpi
jadilah nyata takkan memudar,,,
pelangi kan lagi brwarna warni,
seakan dunia ku terasa mimpi
tempat berakhir ku menanti
tempat terakhir aku mati,
tempat berakhir ku bermimpi
tempat terakhir aku mati
Bahasa Kita
Tak akan pernah, aku ucapkan kpada yg lain, nanti atau seterusnya, karena bahasa ku kpadamu hanya menyatu dari kita, tanpa mampu di dengar bahkan dipahami yg lain,
Mungkin kau dan aku tak bertemu,
tak bersatu, atau belum,
tapi bahasa unik kita menghubungkan ujung-ujung pikiran kita, hingga kita saling memikirkan,
Kau berlari kemana,
aku terbang atau jatuh dimana,
mungkin jalan berlawanan,
arah pun sengaja memisahkan,
tapi bisikan hati yg merintih bagai teriakan yg memanggil adalah nyanyian terdalam untuk jiwaku jiwamu,
kerinduan yg sejati mampu meleburkan jarak, antara barat atau timur, selatan atau utara, sama saja, smua berakhir di satu titik tengah dunia,
Entah masa akankah sama,
Kapankah waktu habis berlalu,
Haruskah kita saling menunggu,
tanpa bicara, hny berbahasa dg perasaan,
Tak akan lelah kah dirimu?
Letih, dan pasrah karna waktu?
Mungkin waktu sengaja memelankan langkah, menggiring kau dan aku dlm permainannya yg penuh misteri maya,
melepaskan kita dalam labirinnya yg entah berujung apa?
Kapan?
Dimana?
Mungkin kau dan aku tak bertemu,
tak bersatu, atau belum,
tapi bahasa unik kita menghubungkan ujung-ujung pikiran kita, hingga kita saling memikirkan,
Kau berlari kemana,
aku terbang atau jatuh dimana,
mungkin jalan berlawanan,
arah pun sengaja memisahkan,
tapi bisikan hati yg merintih bagai teriakan yg memanggil adalah nyanyian terdalam untuk jiwaku jiwamu,
kerinduan yg sejati mampu meleburkan jarak, antara barat atau timur, selatan atau utara, sama saja, smua berakhir di satu titik tengah dunia,
Entah masa akankah sama,
Kapankah waktu habis berlalu,
Haruskah kita saling menunggu,
tanpa bicara, hny berbahasa dg perasaan,
Tak akan lelah kah dirimu?
Letih, dan pasrah karna waktu?
Mungkin waktu sengaja memelankan langkah, menggiring kau dan aku dlm permainannya yg penuh misteri maya,
melepaskan kita dalam labirinnya yg entah berujung apa?
Kapan?
Dimana?
Harapan Terakhirku
Akankah aku menjadi ketenangan dlm hatimu?
Mungkinkah lemah ini menguatkanmu?
Sepertinya waktu tak membelaku,
Tapi biarlah,biarkan aku mencintaimu dg kebisaanku,
Smoga sedihku untuk kebahagianmu,
Smoga ketidak apa2an ini tidak hanya menjadi kesia-siaan belaka bagimu,
Ketulusan jiwa adalah doa terindah untukmu,
Bahagialah untukku, untuk jawaban bahwa kau benar memilih tidak bersamaku,
Tersenyumlah utk kebahagianku yg terakhir....
Mungkinkah lemah ini menguatkanmu?
Sepertinya waktu tak membelaku,
Tapi biarlah,biarkan aku mencintaimu dg kebisaanku,
Smoga sedihku untuk kebahagianmu,
Smoga ketidak apa2an ini tidak hanya menjadi kesia-siaan belaka bagimu,
Ketulusan jiwa adalah doa terindah untukmu,
Bahagialah untukku, untuk jawaban bahwa kau benar memilih tidak bersamaku,
Tersenyumlah utk kebahagianku yg terakhir....
Entahlah...
Dari dulu, aku sangat yakin, dalam hatiku ada kotak2 kecil yg membagi dan menyimpan masing2 perasaan utk orang2 yg berbeda
Dan setiap kotaknya, pasti ada seberkas cerita dgn segenap foto,film, dan biografi lengkap tokohnya yg pernah eksis dalam hatiku.
Dari itulah, kenapa setiap aku bertatapan dgn mu, dg orang yg pernah menawan hari2ku, dalam hatiku msih saja bergetar kencang, mengirimkan sinyal ke saraf2 mataku, hingga akhirnya terpancar dari retina yg memandangmu dg rasa yg beda.
Beda?
Bukan, lebih tepatnya rasa yg sama spt dulu,getaran yg sama, pandangan yg sama...
Dan tak bisa aku pungkiri, smuanya akan slalu tersimpan sangat rapi dlm kotak itu,
utk aq kenang, atau utk aq ulang...
Entahlah...
Tapi, yg membuatku penasaran, adalah mungkinkah dihatimu jg ada kotak, barang sekecil saja spt hatiku yg ada kotak utkmu?
Entahlah...
Dan setiap kotaknya, pasti ada seberkas cerita dgn segenap foto,film, dan biografi lengkap tokohnya yg pernah eksis dalam hatiku.
Dari itulah, kenapa setiap aku bertatapan dgn mu, dg orang yg pernah menawan hari2ku, dalam hatiku msih saja bergetar kencang, mengirimkan sinyal ke saraf2 mataku, hingga akhirnya terpancar dari retina yg memandangmu dg rasa yg beda.
Beda?
Bukan, lebih tepatnya rasa yg sama spt dulu,getaran yg sama, pandangan yg sama...
Dan tak bisa aku pungkiri, smuanya akan slalu tersimpan sangat rapi dlm kotak itu,
utk aq kenang, atau utk aq ulang...
Entahlah...
Tapi, yg membuatku penasaran, adalah mungkinkah dihatimu jg ada kotak, barang sekecil saja spt hatiku yg ada kotak utkmu?
Entahlah...
Penunggu Kereta
Aku,
Kamu,
Dan semuanya hanya menunggu,
Tunggu waktu,
penunggu kereta datang padaku,
kereta pembawaku,
diujung waktu...
*****
Lelah,menunggu,
Cepat datang,keretaku...
Kamu,
Dan semuanya hanya menunggu,
Tunggu waktu,
penunggu kereta datang padaku,
kereta pembawaku,
diujung waktu...
*****
Lelah,menunggu,
Cepat datang,keretaku...
Yang ingin ku katakan, ku lakukan untukmu
Hey kau!
Yg disana angkuhmu,
Yg tinggalkan sedih padaku,
Aku mencoba utk tidak membencimu,
meski tak mungkin,karena berat bagiku,
karena kau yg mengajarkanku,
tentang kebencian, dan rasa yg dalam tak lagi tentang cinta, namun kesakitan hati yg dalam,
karena kau yg menginginkanku,
lalu membuangku spt aku ini daun kering yg mudah saja kau tiup dan hilang,
hati ini bersimpul penuh, dan smua simpul ada rasa, setiap rasa adl tentangmu,
tentang mencintaimu,
tapi dulu, sebelum simpul ini kau kusutkan,
aku sungguh terdampar dlm kekecewaan yg jauh karenamu,
aku benar akan mengatakan,
aku membencimu,
dan seandainya kau malam, lebih baik aku siang yg takkan menemanimu,
seandainya kau pantai, aku tak mau menjadi ombak untukmu,
aku takkan berharap kau disini,
ada atau tiadamu takkan berarti,
melatipun tetap wangi tanpa haru,
mawarpun tetap merekah tetap begitu,
smoga waktu memakan cerita ini,
biarkan smua mati dlm harinya,
tentangmu adl coretan kecil dlm buku kusam bagiku,
layak untuk terhapus, dan terlupakan dari hidupku,
dan berganti kisah anyar yg menunggu...
Yg disana angkuhmu,
Yg tinggalkan sedih padaku,
Aku mencoba utk tidak membencimu,
meski tak mungkin,karena berat bagiku,
karena kau yg mengajarkanku,
tentang kebencian, dan rasa yg dalam tak lagi tentang cinta, namun kesakitan hati yg dalam,
karena kau yg menginginkanku,
lalu membuangku spt aku ini daun kering yg mudah saja kau tiup dan hilang,
hati ini bersimpul penuh, dan smua simpul ada rasa, setiap rasa adl tentangmu,
tentang mencintaimu,
tapi dulu, sebelum simpul ini kau kusutkan,
aku sungguh terdampar dlm kekecewaan yg jauh karenamu,
aku benar akan mengatakan,
aku membencimu,
dan seandainya kau malam, lebih baik aku siang yg takkan menemanimu,
seandainya kau pantai, aku tak mau menjadi ombak untukmu,
aku takkan berharap kau disini,
ada atau tiadamu takkan berarti,
melatipun tetap wangi tanpa haru,
mawarpun tetap merekah tetap begitu,
smoga waktu memakan cerita ini,
biarkan smua mati dlm harinya,
tentangmu adl coretan kecil dlm buku kusam bagiku,
layak untuk terhapus, dan terlupakan dari hidupku,
dan berganti kisah anyar yg menunggu...
Sabtu, 24 September 2011
Tak Sampai ( Sampai Mati )
Aku berlari,
terasa jauh tak sampai,
jatuh,
ku bangun lagi,
ku berdiri,
ku berlari lagi dan menubruk, remuk,
tapi aku,
hanya bayangmu yg ku rengkuh,
dalam samar seremang redup pandangku,
sedikit sisa wangimu yg kucium,
harum makin berlalu,mengharu, biru lalu kelabu menusukku...
Kau apa?
Aku apa?
Hati ini tak mampu menggapai, hanya merengek mengharapi,
hanya memimpikan harapkan tanpa ada jalan,
lihatlah keremukan hatiku,
dengarlah kepayahan nafasku,
aku menunggumu dg sekuatku menunggu, meski sia-sia, meski nol ada, meski , meski, meski dan meski smua mati,
tapi aku punya kasih untukmu, meski tak sampai...
tapi sampai mati untukmu,
terasa jauh tak sampai,
jatuh,
ku bangun lagi,
ku berdiri,
ku berlari lagi dan menubruk, remuk,
tapi aku,
hanya bayangmu yg ku rengkuh,
dalam samar seremang redup pandangku,
sedikit sisa wangimu yg kucium,
harum makin berlalu,mengharu, biru lalu kelabu menusukku...
Kau apa?
Aku apa?
Hati ini tak mampu menggapai, hanya merengek mengharapi,
hanya memimpikan harapkan tanpa ada jalan,
lihatlah keremukan hatiku,
dengarlah kepayahan nafasku,
aku menunggumu dg sekuatku menunggu, meski sia-sia, meski nol ada, meski , meski, meski dan meski smua mati,
tapi aku punya kasih untukmu, meski tak sampai...
tapi sampai mati untukmu,
Langganan:
Komentar (Atom)
