Tak akan pernah, aku ucapkan kpada yg lain, nanti atau seterusnya, karena bahasa ku kpadamu hanya menyatu dari kita, tanpa mampu di dengar bahkan dipahami yg lain,
Mungkin kau dan aku tak bertemu,
tak bersatu, atau belum,
tapi bahasa unik kita menghubungkan ujung-ujung pikiran kita, hingga kita saling memikirkan,
Kau berlari kemana,
aku terbang atau jatuh dimana,
mungkin jalan berlawanan,
arah pun sengaja memisahkan,
tapi bisikan hati yg merintih bagai teriakan yg memanggil adalah nyanyian terdalam untuk jiwaku jiwamu,
kerinduan yg sejati mampu meleburkan jarak, antara barat atau timur, selatan atau utara, sama saja, smua berakhir di satu titik tengah dunia,
Entah masa akankah sama,
Kapankah waktu habis berlalu,
Haruskah kita saling menunggu,
tanpa bicara, hny berbahasa dg perasaan,
Tak akan lelah kah dirimu?
Letih, dan pasrah karna waktu?
Mungkin waktu sengaja memelankan langkah, menggiring kau dan aku dlm permainannya yg penuh misteri maya,
melepaskan kita dalam labirinnya yg entah berujung apa?
Kapan?
Dimana?
Minggu, 25 September 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar