Senin, 17 Januari 2011

TOREHAN HATI : "Pengorbanan"

"aq ingin selalu melihatnya tersenyum,bahagia"

Semua karna Cinta,
karena saat kita mencintai seseorang,dg tulus dr dalam hati,bukan karna keterpaksaan,atau pura2,
pasti dlm hati kita akan timbul keinginan untuk memberi,sesuatu kpd org yg kita cintai,dg satu tujuan,yaitu agar dia tersenyum bahagia.

Itu lah,mgkn letak benarnya,bahwa ada sbuah kalimat :
"cinta itu memberi tnpa mengharap diberi"
"cinta itu pengorbanan tnpa mengharap imbalan"

tapi,cinta yg spt itu adl CINTA yg suci,sungguh murni nya perasaan dari hati.

Cinta yg spt itu adl cinta yg dimiliki seorang Ibu kpd anak2nya,dr mulai 9bulan 10 hari mengandung kita,
melahirkan dg brtaruh nyawa,merawat kita tanpa keluh,
mendidik kita tanpa bayar,menjaga kita tanpa pamrih,hingga kita dewasa,gagah,cantik,sukses,
tapi apakah seorang Ibu minta bayarn atas capeknya selama ini?
apakah prnah menyombongkan atas besarnya pengorbanannya?

Cinta yg spt itu adl cinta yg dimiliki seorang Ayah kpd anaknya jg,yg berjuang diluar,
membanting tulang2nya dg keraz,memeras tetes keringatnya,
bekerja tanpa lelah,walau kdang peluh kesal menyakitkan,tapi dg bangga beliau pasti bahagia saat anaknya bisa makan,bisa hidup layak,
bisa sekolah,main selayak temannya,bisa memberi yg anaknya pinta,
hingga anaknya mampu cari nafkah sendiri,tapi apakah beliau menuntut ganti atas pemberiannya,atas krja kerasnya utk kita?

Jawabanya: "TIDAK"

Sebagai seorang anak yg mmpunyai orang tua,
sudahkah kita melihat itu?
Bisakah kita merasakan apa beliau rasakan?
Sudahkah kita membalas kebaikan mereka?ketulusan mereka?
Sudahkah kita membuat beliau tersenyum bahagia krna kita?
Sadarkah kita,kesempatan itu trbatas?
Bisakah kita mencintai beliau,spt beliau mencintai kita?

Ini teman,saatnya kita berkorban,demi senyum mereka,
selagi ada kesempatan,sekecil apapun itu,yg bsa membuat beliau bahagia,
lakukanlah,berikanlah,katakanlah,buktikanlah kpd mereka,bhwa cinta mereka kpd kita adl cinta yg berarti,yg tak akan kita sia-siakan.

"Cintai dulu orang tuamu,sebelum kekasihmu,
Bahagiakan dulu orang tuamu,sebelum kekasihmu,"

Jangan selalu menuntut,tp belajarlah memberikan.

[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].

Senin, 10 Januari 2011

TOREHAN HATI : "Kesempatan"

"Hidup ini kesempatan Sob,
kesempatan yg satu,yg tak bisa diulang."

Iya ini lah kesempatan kita,kesempatan untuk menjadi baik,atau menjadi buruk.
Dan hidup harus pnya tujuan.
Dan tujuan hidup adalah banyak,tapi satu tujuan yg tertinggi pada setiap manusia pasti adl hidup untuk mendapatkan berkat,restu dari Tuhan Yang Maha Satu.

Jadi,hidup adl kesempatan untuk mengejar tujuan,mendapatkan harapan,mewujudkan impian,tetap dengan satu keyakinan,bahwa Tuhan adl Pemegang kunci semesta.

Memang dlm kehidupan pasti banyak skali rintangan,cobaan,jebakan,tipuan,dan itu smua memang dibuatkan untuk kita,untuk mengetahui seberapa dalam kah kita yakin pada-Nya?tapi satu hal yg aq yakini,Tuhan tidak mungkin membuat cobaan melebihi kemampuan kita,karena aq yakin,bhawa Dia slalu menulis rencana yg terbaik untuk kita. (ingat loh,bhwa yg menurut Tuhan adl terbaik untuk kita,belum tntu sperti yg kita inginkan)

Sekali lagi,
bahwa hidup adl kesempatan menggapai tujuan yg penuh cobaan,tapi yakinkan,dibalik ujian,pasti ada yg terbaik yg telah disiapkan Tuhan untuk kita.

Jadi,jangan pernah menyerah hnya karna tersandung kerikil,bila perlu,tertimbun gunung pun,kita tetap berlari.

[aku tulis dg kata "Tuhan",agar lebih terdengar umum,dan tidak membedakan agama]


[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].

Minggu, 09 Januari 2011

TOREHAN HATI : "Menerima"

Detik berlalu demi sebuah menit,
begitu pun menit dan menit saling berpegang demi sebuah jam,
berkorban demi hari,
hari dan minggu,bulan,tahun dan seterusnya.

Lalu berapa tahun untuk kita?
Berapa yg terlewatkan?
Berapa yg tersisakan?

Sedikit renungan,untuk kita,bahwa waktu kita adl terbatas,adl kesempatan,dan sberapa baik kah kita menggunakannya?seberapa bnyak kah waktu kita yg trbuang utk sesuatu yg salah?

[Tanya pd diri kita,dan jawab oleh diri kita]

Tapi malam ini,aq ingin berbicara tntang kata "menerima".

Tadi mlm aq liat di Beranda, dan ada salah satu tmen yg menulis status ini:
"belajar menerima,apa adanya".

Aq jd berpikir,menerima yg bagaimana maksudnya?
Menerima pasrah kah? Menerima bersyukur kah?

Menerima,pasrah?
Seorang murid,pada pembagian raport,nilai matik-nya merah,dia sangat menerima dgn pasrah.
Kedepannya,dia pun tdak berusaha belajar,brlatih agar nilai meningkat.
Mau jelek,mau bagus,dterima dgn pasrah,bkan bersyukur,tp karna malas berusaha?
Bagus kah??

Tapi sebaliknya,jika dia menerima dg brsyukur,
maka saat mendapatkan nilai jelek,padahal dia sudah belajar giat,dia menerima,tapi bukan terus pasrah,tapi dia pasti berpikir bhwa belajarnya mungkin kurang giat,atau kurang teliti mengerjakan soalnya,dan dia teruz berusaha dgn maksimal,hingga mendapatkan hasil yg maksimal.

Jadi,jangan asal menerima,karena dari menerima itu adalah salah satu yg menentukan kualitas kepribadian kita, pecundang kah kita yang hanya pasrah dgn kekalahan tnpa usaha?
Atau pejuang sejati kah kita yg bersyukur dg kekalahan,dan tetap berjuang hingga detik terakhir?


[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].

TOREHAN HATI : "Tak Menyerah sebelum Kalah"

Mendung,..

Yupz...,suasana yg sangat tepat untuk sehari tadi hingga mlm ini,bukan cuma langit,tapi hatipun,gelap tak berbintang, (karena gerimis).

Jujur,mlm ini aq sangat malas untuk menulis,untuk melamun,dan berimajinasi,
karena memang ternyata sebuah inspirasi,sangat tidak bisa dipaksakan,apalagi ditekan.

Yupz...itulah hati,itulah jiwa,yg tak seperti pikiran dan logika.(tak bisa diatur,apalagi dipaksakan).
Pikiran mgkn banyak pertimbangan,
tapi hati tak pernah menimbang,hati hanya merasakan,
ketika dia sedih,akan berkata sdih.
Ketika dia bhagia,akan berkata bahagia.

Dan,hatiku mlm ini sdang ingin merasakan nikmatnya bermalas ria,dan parahnya tangan ini pun bilang pegal untuk mengetik,
jadi mgkn hanya sepatah kalimat pendek yg ingin aq katakan malam ini.

"Ketika aq sudah memilih (dg kesadaran yg sadar),dan itu adl sesuatu yg tidak salah (benar),maka dg segenap hati aq mengerjakannya,mengejarnya,memujudkannya,dan menjaganya,dan sbelum aq kalah,aq takkan menyerah"

Cukup untuk mlm ini,smoga bsk Qt brtemu lagi dlm suasana yg lbh menyenangkan.

[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].

TOREHAN HATI : "Memilih atau Dipilih"

Hay sahabat2 yg trbaik, smoga mlm ini msh dlm keadaan yg terbaik(waktu nulis ini,pas malem),berkumpul dg orang2 trbaik,dan bercerita tentang yg trbaik,dan pny rencana utk esok yg trbaik.

Berjumpa lagi dg aq,dg ocehan2ku yg kadang gak jelaz maksud dan sumbernya,tapi ini sbatas share rasa hati yg ringan,smoga bisa sampai di hati kalian juga.


Yups...kembali dg TOREHAN HATI,yg mlm ini akan bicara untuk *memilih atau dipilih*.
Setelah kemarin,kita punya kesadaran untuk sadar,berarti kita bisa,dan harus bisa memilih kan?iya memilih utk yg tidak salah pastinya.

Saya berceloteh,anda yg membaca. (dan terakhir bisa protes koq).

Monggo... (silahkan).
[biasakan,membaca ini dengan tenang,seperti di perpustakaan atau rumah sakit, HARAP TENANG]


Sebagai makhluk yg diciptakan dari Yang Maha Pencipta,tentu Qt adalah sebuah makhluk terencana,dg kehidupan dan sgalanya yang sdetail apapun itu,aq yakin smua itu adl terencana dr Yang Maha Rencana.

Jadi dg kata lain selama ini jika aq melakukan yg salah dan melakukan yg benar adl hal yg sudah terencana?
Berarti dosa, adl sebuah salah yg terencana?
Berarti siapa yg salah?siapa yg dosa?

[tunggu dulu,jangan berkesimpulan scepat itu]

Memang benar,smua ini terencana,bahkan sebuah kesalahan pun mungkin sudah terencana,tapi dsamping itu,Qt juga punya kesempatan untuk *memilih* kan?
dan (mungkin) setiap manusia slalu diberi dua pilihan antara yg tidak salah dan salah.
Jadi,sebuah dosa karna kesalahan adl karena Qt memilih yg salah,dan bukan karena Qt *dipilih* untuk salah.

[diulang lagi,biar jelas?atau biar tambah bingung?]

Intinya, Qt adl terencana,tapi bukan terencana utk salah,jika Qt salah,itu karena Qt *memilih* yg salah,bukan *dipilih*.

Smoga,Qt adl termasuk manusia yg pandai memilih.

[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].

TOREHAN HATI : "Kesadaran untuk Sadar"

Ini tentang smua yg menyangkut aku,entah yg aq rasakan,aq lihat,aq dengar,aq alami,yg jelaz ini smua adalah sebuah pengungkapan keadaan,yg mungkin sering terabaikan.

Aku beri judul TOREHAN HATI,karena yg akan aq tulis akan berawal dari hati,dan kemudian berujung ke hati.

Ini adalah yg pertama,berarti besuk,dan lusa,dan dan dan besuknya lusa,akan ada lagi TOREHAN HATI dgn keyword2 yg berbeda.

Dan malam ini aq berbicara dg "kesadaran untuk sadar".

[tolong hening sejenak,dan baca dalam hati].

Berawal dari manusia yg memang digariskan untuk bersalah,dan kemudian merasa bersalah.
Jika saja Qt bisa merasa bersalah,sbelum bersalah,mungkin nilai Qt 100 alias tanpa salah,tapi itu TIDAK mungkin untuk manusia.
Jadi yg bisa Qt lakukan hanya meminimalisir kesalahan.

Dengan sebuah rasa "sadar"?

[belum pas,baca dulu ocehan dibawah ini]

Sebenarnya,kadang aq bingung,kapan aq sadar,dan kapan aq tidar sadar?dan apakah aq benar2 sadar saat terlihat sadar?
Karena saat aq merasa bersalah setelah bersalah,pasti sangat menyesal dgn yg tlah aq lalui,aq teringat bodohnya aq,salahnya aq,jahatnya aq (yang jelas2 aq lalui smua itu dg sadar).
Berarti "sadar" itu ternyata tak cukup menyadarkan aq?
Dan tidak membuat aq tidak melakukan salah.
Terus sadar yg bagaimana yg membuat aq mengurangi salah sebelum merasa bersalah?

Menurutku, "kesadaran untuk sadar" itu lebih tepat daripada hanya "sadar",

Kesadaran untuk sadar "bahwa Qt manusia yg penuh salah,dan merasa bersalah,agar salah2 yg dibelakang takkan terulang,dan salah2 yg ada didepan akan terkurangi,karna Qt tlah merasa bhwa itu salah,dan Qt tidak melakukannya".

[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].