Minggu, 09 Januari 2011

TOREHAN HATI : "Kesadaran untuk Sadar"

Ini tentang smua yg menyangkut aku,entah yg aq rasakan,aq lihat,aq dengar,aq alami,yg jelaz ini smua adalah sebuah pengungkapan keadaan,yg mungkin sering terabaikan.

Aku beri judul TOREHAN HATI,karena yg akan aq tulis akan berawal dari hati,dan kemudian berujung ke hati.

Ini adalah yg pertama,berarti besuk,dan lusa,dan dan dan besuknya lusa,akan ada lagi TOREHAN HATI dgn keyword2 yg berbeda.

Dan malam ini aq berbicara dg "kesadaran untuk sadar".

[tolong hening sejenak,dan baca dalam hati].

Berawal dari manusia yg memang digariskan untuk bersalah,dan kemudian merasa bersalah.
Jika saja Qt bisa merasa bersalah,sbelum bersalah,mungkin nilai Qt 100 alias tanpa salah,tapi itu TIDAK mungkin untuk manusia.
Jadi yg bisa Qt lakukan hanya meminimalisir kesalahan.

Dengan sebuah rasa "sadar"?

[belum pas,baca dulu ocehan dibawah ini]

Sebenarnya,kadang aq bingung,kapan aq sadar,dan kapan aq tidar sadar?dan apakah aq benar2 sadar saat terlihat sadar?
Karena saat aq merasa bersalah setelah bersalah,pasti sangat menyesal dgn yg tlah aq lalui,aq teringat bodohnya aq,salahnya aq,jahatnya aq (yang jelas2 aq lalui smua itu dg sadar).
Berarti "sadar" itu ternyata tak cukup menyadarkan aq?
Dan tidak membuat aq tidak melakukan salah.
Terus sadar yg bagaimana yg membuat aq mengurangi salah sebelum merasa bersalah?

Menurutku, "kesadaran untuk sadar" itu lebih tepat daripada hanya "sadar",

Kesadaran untuk sadar "bahwa Qt manusia yg penuh salah,dan merasa bersalah,agar salah2 yg dibelakang takkan terulang,dan salah2 yg ada didepan akan terkurangi,karna Qt tlah merasa bhwa itu salah,dan Qt tidak melakukannya".

[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].

0 komentar:

Posting Komentar