Langit Tangerang ini tlah merah memudar,
Senja ini mkin turun hilang dbalik layar,
dan perlahan senyap tak terungkap diawal malam,
seakan melambaikan salam perpisahan selamat jalan...
Hidup ini hanya cerita,
pertemuan dan perpisahan adl salah satu isinya,
datang dan pergi hny jd pelengkap saja,
tp tetap,kebersamaan kita adl maknanya,
Jangan tkut tman,akan panasnya siang esok hari,biarkan dia menghangatkan prsaudaraan kita,biarkan membara mmanaskan smangat jiwa2 muda kita,
Dan jangan lari teman dr gelapnya malam,lihatlah kita kan jadi bintang penerangnya,kita kan mengindahkan gulita dg obor dan lampu2 dr hati kita,
Hari ini aku pergi teman,dr antara kalian,tp tdak dg bayanganku,krn aku kan slalu bercanda,bercerita ttg hebatnya kita,
Bila waktu ini msh ada,nafas msh pnjang,dan kaki msh mlangkah,pasti Qt kan brtemu lagi,
Aku hny slalu brharap,sungguh brharap,bhwa saat aku prgi,ingat lah aku dlm sebuah kebaikan,walaupn sungguh sdkit yg baik dlm diriQ,
Maaf teman,atas smua khilaf,perseteruan,atau kata yg tak dterima jiwa,dan kesalahan2 yg kadang trlewatkan,smoga jiwa2 penerima kalian menerima kata maaf yg trlalu bnyak ini.
Terimakasih teman,atas smua kata,smua nafas2 yg hebat,dan smangat yg membawaku,sgala baiknya dari kalian,aku ucap trimakasih dan tnpa balasan,aku brharap yg Maha Tinggi memberi yg seharusnya diberi utk kebaikan kalian,
Sampai jumpa lg teman,langkahku makin mnjauh dan smakin hilang,tp hati ini tetap tetinggal diantara hati kalian.
Smoga kita kan brtemu lagi dlm cerita yg lbh indah,dg alur bhagia,dan latar yg menyenangkan teman...
Sabtu, 25 Desember 2010
December, 25-2010
Rabu, 22 Desember 2010
Sahabat Sejati
Sambut mntari pagi,
lepaskan smua resahmu,
Simpanlah cerita Qt,
Sahabat sejati...
Lihat lah mentari terbit diufuk timur,bersinar cerah,penuh kehangatan,beri semangat jiwa,
Tuk tetap berdiri,
berlari mengejar mimpi,
mewujudkan satu harapan indah yg dihati,
Emosi,egoisme,ambisi pribadi lupakan sjenak,hilangkan dari memori hati,
Kita brpgang tangan,kembangkan sayap terbang meraih satu tujuan yg pasti kan abadi,
Sambut mntari pagi,
lepaskan smua resahmu,
Simpanlah cerita Qt,
Sahabat sejati...
Waktu terus berlalu,
Tinggalkan kenangan rasa,
Bawalah cerita Qt,
Sahabat sejati...
Aku dan kamu,Kita adl cerita,
Kitalah kisah sahabat selamanya,
Berjalan bagai dua roda tak terpisahkan,
Meski sang waktu hilang melayang takkan terbaca,
Mentari meninggal dan tenggelam di senja ,
percaya kawan,smua ini takkan terlupakan,
Terbawa rapi dalm stiap anganku,
Mengiringi langkah kemanapun Qt kan Melangkah...
-Project lagu baru SAHABAT SEJATI,ini nich yg bkin gw jd gak smpet bwt online,lg sbuk ngrjain nich lagu,
sebuah lagu kenangan yg dibuat pada tanggal 05/12/2010,dibuat oleh Yudizt dan Gw...
Lagu iseng sbelum gw say goodbye TANGERANG CITY...
Kisah tntang persahabatn,dan persetan dg nama cinta (lg broken heart bro,biasanya jg cinta2 truz sich?) :P
Lagu lirik sderhana,nada ringan,dan format ala bondan fade2black...
Easy listening...
But...
WoowW...
Aku Munafik
Aku munafik !!!!
Itulah kata yg terbaik untuk diriQ saat ini,
btapa tidak?
Saat bibirQ tersenyum (pura2) padamu,sungguh bagai Tora Sudiro yang sdang di shoot kamera,yg haruz ber-action terbahak2,yg dbelakangnya sedang mengurusi perceraian dg istrinya,
Atau bagai seorang ayah yg mendengar kabar sms,bhwa istrinya menjadi korban meninggal dr kecelakaan kereta api,sdang ddepannya ada 2 anaknya yg masih balita yg brmain boneka beruang lucu,tentu lah si ayah takkan menangis ddpan anak2nya yg lemah,walau dlm hati mgkn sudah teriak.
Munafik kah jika seperti mereka?
Perlu kah aq mencemooh diriQ,
"dasar munafik,munafik,dan munafik!!!!"
Tapi Tora sudiro adalah tuntutan keadaan,itulah yg membuat dia disebut profesional,
dan itu lah ayah yg besar hatinya,yg tak mau melihat anaknya tiba2 histeris,belum saatnya,mgkin nanti.
Tapi aku,
aku munafik!!!
Minggu, 24 Oktober 2010
Hiperbolisme
Mungkin terlalu tinggi aku menempatkanmu dalam hati,
sebagai yg trindah dan trbaik yg aku miliki,
Mungkin terlalu dalam aku menyematkan namamu dalam jiwa ini,
sebagai satu2nya pengisi kehampaanQ yg sepi,
Senyummu terlalu tajam menusuk rongga dadaQ,hingga aq tak sadarkan tentang diriQ sendiri,
Tatapan matamu terlalu pandai mencuri hatiQ,hingga raga ini tak berhati,karna hati ini tlah kau simpankan,
Nafasmu terlalu harum dan meniupkannya di jiwaQ,hingga aq terbuai dan terbawa fantasi indahmu,
Terlalu sulit aq mengungkapmu,menjelaskan rasa ini,cukup aq simpan saja setinggi-tingginya,dan menikmatinya dengan caraku dan caramu,
karna rasa ini rasaQ rasamu rasa kita...
Merela
Tapi hampa,
jiwaQ melayang tak berasa,
rasa beribu lara mendera,
berjuta kecewa tertera,
ingin melupa tapi bagaimana,
ingin tertawa tapi memberatkan kata,
hancur sudah asa,
lepas terhela bagai angin yg membawa,
perlahan hilang sprti ombak pantai utara merana,
tanpa bicara,diam meninggalkan saja,
Karang ini tlah luruh sepasir tertelan untaian gelombang samudra,
kerasnya tak lagi teguh,tak lagi menjaga,
Q lepas dg rela,walau menyiksa jiwa,
dan pergilah cinta,hilanglah dlm bahagia,
Jumat, 15 Oktober 2010
Rabu, 13 Oktober 2010
10.10.2010
Dengar sayang,
dengar walau perlahan,jantungQ brdendang saat kau datang,
Deru nafasQ memudar melayang,
bagai anggur manis dalam piala emas yg menguap dan terbang oleh mentari yg panas namun menakjubkan...
Rasakan sayang,
rasakan,cobalah walau memberatkan,
darah ini seakan membeku,menyatu dg merahnya bagai tetes embun di pucuk cemara yg beku karna dingin salju yg putih dan menggigilkan menggetar dlm sendi,
Sayang,hari ini kau begitu nyata bagiQ,
senyum yg dulu hanya semu,kini ddepanQ,
suara yg dulu seakan samar,kini dsampingQ,
Ingin aq menahanmu,menggenggam jemarimu,dan menarikmu dlm pelukQ karna sungguh aq tak mau kau menghilang dihadapanQ,
Andai kau melihat,
jiwa ini menari-nari bagai dalam pesta keindahan yg diiringi lagu balada dg nada2 cinta yg membuat mendayu dlm rindu,
Andai kau mendengar,
hati ini bernyanyi bagai seniman yg bahagia,brsenandung walau suara sumbang tapi menyenangkan,mengalun kan mayornya melodi seakan mengungkap hati ini mencintamu,
Sayang,sungguh hari ini kau membahagiakanQ,dan Q brharap datang hari yg lebih menyenangkan antara Qt.
Selasa, 21 September 2010
Bidadari Jalang
Kasih gelapQ tersayang,
dmn kau,tak jua kunjung datang?
Mgkinkah kau hilang?
Atau kau brcinta dbelakang,sayang?
Knp kau hny datang saat mlm2Q datang,
apa mgkin kau mmang bidadari jalang,
yg dimatamu cahaya suci,tp lirikanmu bagai tarian erotik merayu menantang,
yg dibibirmu penuh pesan sayang,tp desahmu pembawa nyanyian terlarang,
Tapi memang sayang,
cantikmu mengundang,
indahmu buatku kepayang,
cepat datang,sbelum aq pun hilang sayang,
Pohon Pertemanan
Ini teman,
pohon pertemanann untukmu,
mohon jagakan sejenak untukku,
karena kau adl teman brarti bagiQ,
dan terbaik sbg temanQ,
Percaya padaQ teman,
phon ini takkan menyedihkan,
mgkn ia hny meneduhkan,
dan menhijaukan hati kau dan aq sbg teman selamanya teman,
Bila nanti ak tak datang untukmu teman,
yakinlah nyanyianku kan terbawa angin lembut dari selatan,
dan terhembus membelai daunan pohon ini dan melambaikan pesan,
agar kau mendengarnya dan kau terlelapkan...
Terakhir Teman,untukmu pohon ini ak titipkan.
Senin, 20 September 2010
Minggu, 19 September 2010
Sabtu, 18 September 2010
Kamis, 02 September 2010
Batu Kehidupan
Hembusan angin pun terasa menamparku,menepuk ku di punggung bangunkan dari lamunanku...
Terbelalak mataku menatap dunia,menatap betapa keras dan tajamnya batu kehidupan,kejam yang tak tertebak...
Naik turun naik turun,jurang lembah kadang gunung dan puncak yg terjal menghalangiku,
menghadang berharap lelahkan langkahku...
Namun bara api di dada ini tetap berkobar,sorakkan semangat harapan berjuang,
Tak peduli kan taring bumi yang siap menerkam,atau pedang kejahatan di balik lembutnya kembang yang siap menusuk dada...
Kehidupan harus tetap berjalan,bergulir mengiring waktu,melangkah menitih kalbu...
Mau kalah,mau menang...
Akan kalah,akan menang...
Semua kan tersimpan di gelapnya malam,dan kan tetap jadi rahasia dalam pertanyaan,jadi harapan dalam ketidakpastian...
Aku lagi ( Menyerah )
Adakah cinta yg tersisa,
satu saja cinta,
cinta yg mencintaiQ,
menerimaQ dg kekuranganQ,
tak meninggalkanQ...
Bila masih,
aq akan mencarinya,
ku ingin merasakannya,
walau mungkin terselip diantara benci,emosi atau ambisi obsesi pribadi,
ak akan mencarimu,
Tapi...
Aaah...
Percuma...
Sia-sia...
Semua hanya sebutir mimpi,
tak mau mengerti,
tak akn menjadi nyata,
smua lara tetap menjadi lara
smua penantian tak akan trwujudkan...
Aku pecundang,
mempercundangi jiwa sendiri,
kalah oleh rasa,
terhempas oleh raga yg tak brdaya,
Biarlah mentari ini tenggelam dlm malam,
aq menyerah,angkat bendera putih,aq lepas smua angan,
Aq tak kan bermimpi,
Takkan pernah berharap rembulan itu kan datang lagi,
Takkan pernah memohon bintang itu kan mampu temani.
Smua tlah hanyut dlm kebisuan,yg tak pernah terungkapkan.
Aku lah Manusia Itu
puing2 jiwa yg kau hempaskan...
Inilah cerita,yg pernah kau cinta,
cerita yg pernah kau inginkan...
Inilah mimpi2 yg kau torehkan dulu,
harapan2 maya yg kau janjikan padaQ...
Yg pernah dihatimu,
Yg pernah milikimu,
Yg pernah jd mimpimu,
Yg pernah menjagamu,
Yg pernah berdarah untukmu,
Akulah manusia itu,manusia yg mati karena cintamu,
Terkubur hidup2 dalam keputus-asaan yg kau buatkan,
Akulah manusia itu,manusia yg kau anggap tak berhati,hingga kau tusuk2 jiwa ini,mungkin kau anggap tak apa...
Akulah manusia itu,manusia yg tak berharga,yg tak berdaya,dan yg tak berharap menatapmu kembali...
Dan aku lah manusia yg membencimu karna cintaQ...
Aku ( Ingin )
Aq kan berhembus dan menyatu abu didalam angin angin malam,
lewati sgala suasana tanpa harus melawan,
tanpa bertanya dan tak kan ditanyakan siapa siapa,
hanya aq dan hatiQ,
Kan penuhi lekuk liuk bumi dan sudut-sudut dan ujung-ujung dunia,
Membawakan rasa-rasa hati yg berbeda,dan penuh warna dari sgala bentuk dan ukurannya,
Menyampaikan rindu dari seorang manusia yang menanti kepada seorang manusia yg mereka pilih,
Menyimpankan kasih dari seorang pecinta yg terdalam untuk seorang yg tercinta,
Menjagakan janji2 suci dari dua orang manusia yg berbeda yg saling memadu membelenggu dalam ikatan yang suci dan bahagia,
Menuliskan kata2 yg tersimpan dan tertunda dari seorang manusia yg pengecut,yg mungkin terkalahkan oleh raga,
yg tertunduk dalam penantian,tanpa bicara tanpa berkata,
dan mengungkapkannya kepada seseorang lagi yg slalu dihatinya,tapi yg tak dimiliki,
Menghibur jiwa2 yg lara,dan sahabat yg terlupa atas waktu dan yg terlewatkan oleh mata,
yg terdiam oleh kata,
dan terhapus oleh langkah yg menjauhkan,
Memberikan kata yg lebih sederhana dari sebuah bentuk yg terlalu rumit dari seorang yg penuh mimpi,
dalam kenyataan yg lebih diterima oleh pikiran,
Menghapuskan air-air mata yg berjatuhan,dan menggenang bagai lautan kesedihan,menggantinya dengan senyum bagai lekukan pelangi keindahan,agar mereka bahagia...
Sungguh ku ingin begitu...
Aku ingin itu...
Paragraf Perpisahan
Aq bosan menuliskan tentangmu,biarkan cerita ini berlanjut apa adanya,masa lalu hanya lalu tak kan menahanQ,biarkan jiwa ini melayang tanpamu,sayap2Q masih cukup tuk menjauh dari belenggu hitammu...
Walau rapuh dan terjatuh,Q akan berdiri dan berlari melayang tinggi meninggalkanmu,
Air mata tak kan menenggelamkanQ dalam kepedihan abadi,
Aku mampu tuk tertawa lepaskan lara yg kau tinggalkan ini,
Aku mampu bernyanyi ceria hapuskan jejak duka yg kau tulis ini,
Tak perlu berpikir aq kan menantimu,
Tak usah berharap aq kan memaafkanmu,
Karna aku menutup kisah ini,tlah aq tuliskan sajak terakhir,tlah ku buatkan paragraf perpisahan di halaman yg terakhir,dan paling akhir yg tak akan aq ulang menulisnya.
Karna aku tlah pahami arahmu yg berbeda,
mimpimu yg tak kan bertemu dg nyataQ,
Qt kan berpisah,
berpisah dan berpisah...
Teratai Patah
tapi tentang serangkai tangkai2 teratai bunga layu,
merana pilu tenggelam dlm danau waktu,
menangis pelan terlupakan daratan membisu,
Lelah membosankan jiwa,
Hanya mentari jarang kadang menyapa,
Hangat,terik dan membakar lalu meninggalkan saja,
Pun rembulan seperti ikut tertawa,
Datang tersenyum,berkaca,
Pada bias cermin,hampa,dan akhirnya pergi tanpa bekas2 kata,
Patah lagi,hancur lagi,
Hati dan jiwa mati untuk yg keseribu kali,
Takkan hidup satu kali lagi,dan selamanya begini,
Tertidur dlm lelapnya penantian fiksi,
Imajinya mimpi dan yg takkan terjadi,
Teratai patah,hati yg pasrah,
Meluruh lemah,dan kalah,
Hati terluka tak bicara,
Jiwa tersembilu tak mengadu,
Biarkan saja waktu memandang,
Biarkan saja ruang menunggu mengundang,
Biarkan hati kosong,hilang dan melayang, layang sepanjang mata mampu memandang,
Smoga pagi pahami kan mengerti,
Dan menyejukkan dg embun2nya yg suci,
Membasuh rasa yg mati membeku sepi,
agar mampu berdiri dan menatap mentari,
Karna ini hnyalah risalah yg patah,
tentang jiwa yg patah,teratai yg patah
K.I.T.A
Cerita ini hny sederhana,
hanya ada kau dan diriQ,dan sdikit rasa yg trjalin antara Qt...
Biasa saja,
tak ada yg luar biasa pada Qt,
Tapi yg Q ingin antara Qt adl selamanya,
Q ingin nafas ini yg mengalun indah dlm sela rongga dadamu,
Q ingin langkah ini yg mengikutimu menjaga saat kau berlalu,
Q ingin apa yg kau ingin mnjadi nyata dan membahagiakanmu,
Dan K.I.T.A adalah kau dan aku dan rasaQ dg rasamu yg menyatu.
Rabu, 01 September 2010
Antara Laut pilu,Langit kelabu dan Aku
Hari ini meninggi,
tinggi stinggi langit senja menepi,
laut berombak pelan mendayu malu,
lirih tak terdengar dan smakin terasa pilu,
mata ini,mata2 hati yg tak biasa,
melihat dg cara berbeda tak sama,
melihat buih ombak membelai pantai bagai jemari kekasih yg pergi,
melihat lambaian perpisahn gelombang laut seakan untaian tangan terakhir yg ku lihat sbelum dia pergi,
Ak terduduk,tertunduk,hati tak berbentuk,
jiwa remuk tak tergenggam,hanya terseret ombak ke lautan,kadang kembali kepantai,dan ke tengah lagi,menepi lagi dan lagi...
Lelah ini,peluh keringat ini,airmata ini,dan darah penantian ini,
tlah habis kekasih,tlah mengering,tlah hanyut larut dlm satuan laut yg biru kini merah olehku,
tlah menguap terbang mengepul di atap2 langit putih kini kelabu karenaku,
Hujan nanti,hujan sebentar lagi,
tetesnya adl tangisku yg tak sempat aq teriakan padanya,adl rintihan mendayu hatiQ yg tertinggal olehnya,
mungkin badai kan memutar lautan lagi,
galaunya adl bingungku yg tak sempat terungkap untuknya,adl gelisah dan amarahku yg ada saat dia menghilang ddpan mata,
Selamat,
berpisah dan selamat jalan,
biarkan sedikit rasa ini trtinggal dsini dg aku,
biarkan mimpi2 kita tetap melayang,mencari kenyataan diujung waktu,
nafas ini,merelakanmu,
langkah ini,melepaskanmu,
Laut kan tetap bercerita dg ombaknya,
Langit pun slalu bersenandung dg awannya,
Dan aku pasti kan slalu mengenangnya dg segenap rindu utknya.
Sabtu, 28 Agustus 2010
Rabu, 14 Juli 2010
Andai Andai

Aq bukan manusia munafik,
Yang trlalu pandai menutupi kenyataan ini,
Saat ini dlm hati aq msih menunggumu,
Aku tak berdusta hati ini benci,tp jiwa ini slalu menantimu,
Terlalu rumit bahkan tak layak untuk terpikir,
Tapi rasa terlalu jujur utk berbohong padamu,
Entah harus bagaimana,dan seperti apa,agar hati ini melupakan smua dg apa adanya tanpa terpaksa,
Agar hati ini bisa hebat spti hatimu,
yg mudah melupakan dan sanggup meninggalkan tanpa beban.
Mungkin aq bertanya pada langit,yg bisa menyelimuti bumi tanpa berharap memeluknya,
Atau mungkin kepada mentari yg menghangatkan dunia,tanpa berharap memiliknya,
Tapi jiwa ini terlalu bodoh untuk memahami mereka,
hati ini terlalu lemah untuk ikuti mereka.
Karena aq hanya manusia yg terlahir karena cinta,yg hidup oleh cinta,
dan berharap mendapat cinta,
yg apa adanya dan cinta yg sederhana,tanpa tanda tanya dan tanpa dusta.
Andai saja dunia bukan dunia,tapi hanya secarik kertas putih yg kosong,
mungkin akan aq tulis sebuah kisah yg indah,
Dan aq gambar sebuah harapan yg tulus,
Dipenuhi dg warna yg membahagiakan,
Dan tak perlu ada sakit hati atau ratapan jiwa yg memilukan,
Tapi dunia adalah kenyataan,
Aq hanya mampu berjalan tanpa harus menanyakan mengapa,
Lewati smua dg sgenap harapan,walau kadang tak sejalan,
Tapi mimpi adalah hiburan agar aq tetap berdiri,dan berpijak ditempat yg tepat dan tak jatuh dalam ke putus asaan yg menyakitkan...
Bila Mungkin [ Jangan Menangis ]
Cukup aku mengenalmu,
tak akan lebih,
Cukup kau mengenalku,
tak akan lebih,
Melihatmu tersenyum pun aq akan bahagia,
Mendengar kau bersenandung gembira pun aq akan lebih bahagia,
Aku bukan apa2,
Aku hanya setumpuk mimpi2 belaka yg tak berharga,
Aku hanya sebait kisah maya yg tak berharap menjadi nyata,
Tapi aku berharap kau bahagia,
Dan menyimpan air matamu yg terlalu berharga untuk kau jatuhkan,
Dan melupakan isak tangis yg terlalu merdu untuk kau suarakan.
Tersenyumlah bersama hangat mentari pagi ini,karna senyummu membakar semangat jiwaQ yg tlah terlalu lama temaram kan.
Bernyanyilah mengiring nyanyian burung2 itu,agar aq damai dalam alunannya,
Menarilah selembut angin2 ini,agar aq terhanyut dalam lembutmu,
Dan bila kau lelah,
Mungkin bila kau letih,
Atau bila kau patah tanpa arah,
Datanglah padaku,
Rebahkan kepalamu didadaQ,
agar Q rasakan asamu,
agar Q mengerti dan membawakan keluh kesahmu,
agar kau tenang dan tak resah oleh waktu...
Datanglah padaQ bila mungkin...
Selasa, 13 Juli 2010
Pernah Cinta
Ku pernah mncintai kamu,
Em Bm Em Bm
Ku prnah mnyayangi dlu,
C D D7 G
Hingga kini kau prgi dengannya,
C D D7 G
Hingga kini kau prgi dengannya...
Reff:
Em C B
Pergi jgn kmbali,
G
Tak kan ku simpan,
D B
Sakit hati ini...
Em C B
Hilang jauh dariku,
G
Tak kan ku simpan,
D B
Hancur jiwa ini..
Untukmu
Sekian lama Qt brsama,
Bm
Menjalin rasa satukan jiwa,
F#m  E
Warnai dunia tuk slamanya...
A
Tetapi kini mimpi mimpiku,
Bm
Memudar sirna tinggalkan jiwa,
F#m  E
Hncurkan asa bersamamu...
D C#m
Apa kau benar tak mengerti,
Bm   E
jiwa ini untukmu...
Reff:
A
Seandainya waktu,
Bm
Takkan pernah brlalu,
F#m
Tak kan meninggalkanQ,
E
Aq hanya untukmu,
A
Dan bila nanti,
Bm
Hari terus brganti,
F#m
Smua takkan kmbali,
E
Aq msih dsini...untukmu...
Senin, 12 Juli 2010
Aku Tau Kau Tlah Tau
Untuk seorang makhluk Tuhan yg disebut "Perempuan",
"Perempuan",yg diberikan kelembutan pada nya,dibekali hati yg putih bersih,
dititipkan sebuah kecantikan yg mempesona mata,
senyum yg menawan menyejukkan jiwa,
"Perempuan",yg membuat aq tenang dan damai memikirkannya,
yg membuat aq terlupa pada apa2,karna ingat hanya tentang dia,
"Perempuan",kau tercipta untuk aq kagumi saja,aku tak mau mengganggumu, atau menyakitimu,biar lah aq bahagia memandangmu,
"Perempuan",hati ini slalu memanggilmu,
merindukan tawamu,mengharap senyummu menggetar dihatiQ,
"Perempuan",jiwa ini lemah jauh darimu,
kosong terhempas angin,jika tanpamu,
"Perempuan",jangan lama2 kau diam padaQ,aq ikut membisu dan tak mengerti mengucap apalagi untukmu,
"Perempuan",sadarkah hadirmu mengubah pikirQ?membawa terang dalam kelamQ yg tlah lama menggelayuti hidupQ?
"Perempuan",jangan hilang dulu saat ini,beri aq waktu sejenak merasakan bahagia dg mu,jangan lepas tangan ini,Q ingin menggenggam jemarimu agar aq tak tersesat waktu,
"Perempuan",kau adalah ceritaQ,nyanyian jiwaQ yg tertulis dg sajak ketulusan,
"Perempuan",perasaan ini sederhana,tak rumit,apa adanya,
tak perlu kau bingung memikir,cukup kau tahu dan kau dengar ini,
"Perempuan",jika kau mendengar ini,jangan lari,tapi dekatlah dg aq,karna ini tentangmu,bukan tentang dia,
ini tentang hatiQ yg misteri dan lama aq simpankan,
"Perempuan",aku tlah jatuh,dalam pesonamu,maafkan aku yg menunggumu,
lancang tak berakal menantimu,
perasaan ini terlalu dalam untuk aq buang,
"Perempuan",aku tau kau tlah tau...
Kepada Pemilik Hidupku
Di kota tua,kota penantian,kota kesedihanQ...
Tapi tak selamanya raga ini harus tersungkur,tak boleh lama2 jiwa ini terkubur dalam kehancuran...
Bangkitkan senyawa2 dalam jiwaQ,
satukan nadi2 ini yg sempat terputus,
dan biarkan nafas ini menghembus mencari kehidupan lagi...
Ayolah gerakkan jemari2 ini,
mencoba mencari tanda2nya alam nyata dan bukan skedar mimpi2...
Ayolah langkahkan kaki2 ini,
meski terseret2 dlm ketidak-seimbangan,
dan tertatih2 karna ketidak-sempurnaan,
tapi pasti mampu berdiri bahkan berlari...
Cobalah kembangkan sayap2 ini,
yg tlah lama tak berarti,
coba utk melayang mencari celah langit menuju harapan abadi...
Smoga kan temukan bintang itu,
dapatkan sesuatu yg tersembunyi dan yg kan mengubah pribadi ini...
Smoga Yg Maha Tinggi memberi restu pada cerita ini,
dan dengan tanganNya memberkati,
memberi jalan dan kemudahan saat Q berlari nanti...
Amien Yaa Pemilik HidupQ...
Amien Amien...
Kebutaan Dalam Kebisuan
Andai kebutaan ini mampu melihat,
aq inginkan melihat ttg kenyataan2 yg trpendam,
Bahwa kenyataan tentang warna hidup ini adalah kejam dan menikam,
melihat betapa hitam kelam itu mampu membunuh pelan sang kesucian yg putih dan jadikannya kelabu,
dan yg merah pun berubah jadi pasrah lemah dan membiru dan sayu,
Andai kebisuan ini mampu bicara,
aq hny inginkan brbisik lirih pada hati2 yg keras dan membatu,
berucap pelan pada jiwa2 yg tinggi dan yg tak mau mengerti,
dan bersenandung sendu pada ego2 manusia yg saling membenci :
"Ambillah penglihatmu dan pasangkan diwajahmu,agar kau melihat orang yg berdarah untukmu"
"Ambillah pendengarmu dan pasangkan dikepalamu,agar kau sedikit saja mendengar orang yg menangis karnamu"
"Ambillah hatimu,dan pasangkan dijiwamu yg hampa itu,agar kau mampu merasakan yg dirasa orang yg tlah mau sakit demi mu"
"Ambillah tanganmu,dan pasangkan di tubuh angkuhmu itu,agar kau mampu menyentuh darah2 orang yg mati dan layu didepanmu"
"Lihat lah...lihat sbelum kebutaan abadi itu menyiksamu"
"Dengar lah...dengar sbelum kebisuan sejati itu kan tenggelamkanmu"
Yang Takkan Termiliki,Yang Takkan Terjadi
Pagi..
Aq bhagia saat ini,
lihatlah bibir ini tersenyum tulus untukmu..
Berharap kau kan begitu...
Andai kau bukan pagi,tapi kau putri waktu yg datang dan pergi,
aq ingin denganmu,
temani saat kau membuka jendela pagi dan membuatnya indah,hingga saat kau menutup dan menjemput rembulan hari ini diujung senja nanti...
Datanglah...
Genggam tangan ini,kedua nya ini kan menjagamu,
Qt kan menari dan menyanyi iringi tembang ceria ini,
Hingga lelah ini takkan terasa,
dan keluh dan keringat Qt seakan menyejukkan...
Kau dan aku,pujaan hatiQ yg tak kan termiliki olehQ...
Kau dan aku,impian hidupQ yg tak kan terjadi padaQ...
Ranting Kering
mengering dan lapuk oleh hujan air mata,
melayang2 terhempas angin tak menentu arah kemana...
Kadang Q terjatuh,dan Q lihat disampingQ,
terhampar taman taman keindahan,
tumbuhi beribu bunga yg menawan,
Tapi mata ini tertegun,
dan nafas ini sejenak berhenti,
melihat satu bunga melati di ujung taman ini,
Putihnya...lambang kesucian,
sungguh tak ternoda tak tercela padanya,
Harumnya...tebarkan damai bagiQ,
merasuk ke rongga2 dada memenuhi ruang nafasQ.hingga Q sesak karna wangimu...
Dan Q toleh kan wajah lelah ini,
kebelakang,jauh dari ujung taman,
terlihat pula mawar merah itu,
merekah tebarkan merah'nya rayuan,
bagai tersenyum mengharap Q memetiknya...
Tapi hatiQ berbisik,mencoba menyadarkanQ,
mawar itu berduri...
Dari merahnya yg indah,ada pedang dibalik gemulainya,
Dari senyumnya tersirat makna penghancuran...
Aq lepas pandangQ dari mawar yg penuh tanya itu,
dan ku kembali ke melati pujaanQ,
yg masih berdiri tenang,
tersenyum penuh ketulusan...
Aku mengagumimu melati,
aku tenang melihatmu,walau melihatmu saja tlah berarti...
Melati...
Ijinkan aku menatapmu sehari ini,
sebelum hujan badai mengejar,dan membawaQ melayang dalam kegalauan...
Ijinkan aku menyampaikan rasa ini,sebelum tanah ini mengubur dan merenggut badanQ dan tak kan ada aq lagi...
Melati...
Waktu kan segera beranjak berlalu,
tapi aku tak mau enyah hilang dari tamanmu ini,
mungkin sampai Q tak mampu lagi tuk menatap indahmu,
sampai Q tak mampu menghirup wangimu lagi,
dan sampai hati ini meluluh dan tak mampu merasa lagi...
Melati...
Pujaan Hati...
Setengah hidup ini,
aq berharap tanah ini kan menyatukan mimpiQ dg dirimu,dan tak lagi memisahkan atau meninggalkanku lagi...sampai nanti
Kamis, 08 Juli 2010
Berjalan Pelan
Bila kau tny padaQ,aq kan kmn???
Aq pun kan mnjawab:
"Aq hny ingin brjalan pelan perlahan,
Seperti siang yg menepi mnjemput malam,
Seperti mentari yg melambaikan tangan perpisahan pada rembulan,
Seperti angin pecundang yg sembunyi dibalik kekalahan,
Seperti air sungai yg menangis kepangkuan lautan,
Seperti daun kering yg terkubur dlm tanah kematian,
Dan seperti manusia biasa yg meninggalkan kehidupan"
Senin, 05 Juli 2010
Senja Bahagia
Tempat: Dibibir pantai,dimana hamparan pasir2 memutih,dan kerang2 malang terdampar.
Para Pemain:
Naina,wanita muda,putri bangsawan yg berparas cantik dan hati baik,
Kekasih Naina,pemuda fakir dari keluarga yg rendah.
Naina duduk disamping kekasihnya,kepala lemahnya tersandar didada kekasih.
Sambil menatap ujung senja.
Naina berkata dg pelan sambil jemarinya meraih jemari sang kekasih :"KasihQ,bukankah mlm akan sgera mengambilQ,dan rembulan akan menyuntingQ,tp mngapa tanganmu diam tak menahanQ?Apa hati itu tlah melepaskan hatiQ ini?"
Kekasihnya menjawab dg mencium rambut hitam Naina : "NainaQ,stngah dari jiwaQ,sungguh kau hrz prcaya,hati jiwa dan perasaanQ adl tntangmu,hidupQ adl untukmu.Tapi Naina,aq sadar,bagaimana tangan ini menahanmu,jika pedang kekuasaan ayahmu tlah memotong tangan2 lemah ini,dan rantai kekejaman ayahmu tlah mengikat raga yg rapuh ini".
Naina terbangun dari sandarannya,menatap mata sang kekasih,dan berkata : "Kekasih,jika memang pedang2 itu akan memotong,biar terpotong saat tangan2mu menggenggam tangan2 lemah ini sayang.Jika memang rantai itu kan mengikat,biarkan mengikat saat kau memeluk raga yg bingung ini.Karna sungguh aq tak mau jauh dari cintaQ."
Kekasihnya menjawab dg tangannya mengusap wajah Naina : "Sayang,itu tidak akan terjadi dlm nyata,biarkan saja aq disini terhanyut kelautan sedih,dan tnggelam dlm samudera pedih,tapi kau Naina,kau tak boleh menangis dg wajahmu yg ayu itu,kau tak pantas meratap dg bibirmu yg indah itu.
Terima saja kata takdir,NainaQ."
Naina menjawab dg agak keras seakan marah,tp tak marah : "Iya kekasihQ,aq akan menyerah pada tangan takdir,kau dsini terhanyut,dan aq dsana kan tercekik,dsini kau tenggelam,dan aq dsana kan tergantung.
Itukah mau mu?itukah jiwa pemberani yg aq cintai dulu?itukah hati yg brkobar yg menaklukkan hatiQ dulu?
Bukan,itu bukan dirimu kasihQ."
Kekasihnya membalas jawab dg nada pasrah : "Lalu bagaimana?dg apa aq membawamu Naina?haruskah kau Q bawa dbalik gubuk jerami,dan sembunyi dg bahagia,dan menjalin cinta dr pengejaran ayahmu?
Mungkinkah aq membawamu keujung dunia pertanyaan yg tak mungkin terjawabkan?"
Naina menggenggam erat kedua tangan kekasihnya,dan berkata : "Kemana saja,dimana saja sayangQ,bawa aq,jiwaQ dan hatiQ bersamamu.
Karna hidupQ adl bait dlm puisimu,
dan nafasQ adl nada dlm lagu2mu.
Kemanapun,dimanapun kakimu menginjak,disitu aq akn disampingmu.
Disitu aq akan membangun taman kebahagiaan,hny denganmu,dan tak dg yg lain."
Kekasihnya bagai terbangun dr lamunan,matanya binar penuh gejolak semangat,sambil brkata : "Naina,kata2mu bagai darah dlm nadiQ,bagai deru jantungQ ktika mulai sayu.
Aq pasti kan membawamu Naina,aq akan menggenggam tanganmu hingga tangan2 ini tak lagi mampu.
Aq akan memelukmu hingga tubuh ini terkubur dlm akhir kehidupan.
Jangan takut lagi Naina,malam ini akan menyaksikan Qt menjadi satu,bagai ombak2 yg memecah dipantai dan akhirnya bertemu di dasar lautan.
NainaQ,kekasihQ genggam tanganQ,aku kan membawamu ditaman mimpi2 Qt,biar Qt akan membangun istana sederhana,dg tiang2 rindu Qt,dg dinding2 cinta Qt,dan Qt akan jadi penghuninya."
Naina tersenyum,dan memeluk erat tubuh kekasihnya seakan itu adl satu raga.
Dan mentaripun tenggelam,dibalik malam,lautan tetap bertegur sapa,kadang2 berteriak.
Naina dan kekasihnya pun perlahan lenyap,dan meninggalkan jejak2 kebahagiaan.
Minggu, 04 Juli 2010
Menerka Dalam Gelap
Hancur lah sudah semua harap,hilang dan berganti tak ber asa,
putus smua rasa yang pernah ada,
Sirna berkeping keping menerkam jiwa...
Mencoba menerka dlm gelapku,
kelam kabut hitam yg mengganggu,
tak ku perduli,tak ku simpan dlm pikirku,
tetap brdiri menatap langit ku menunggu...
Menunggumu,menantimu..
Jumat, 02 Juli 2010
Amanat Cinta ( Surat Terakhir dari Penantian )
Mungkin kau tak pernah tau sberapa lama aq memandangmu,
Merekam gerak indahmu didepan mataQ...
Mungkin kau tak sadar aku memberikan rasa ini hanya untukmu...
Q ingin panggil kau cinta,kau sayang,kau kasih...
Tapi serasa bi2rQ tak ada pantasnya mengucap itu...
Q ingin tanganQ yg menghapuskan air matamu saat kau menangis itu,
Yg menenangkanmu saat kau bimbang dan tak tahu arah mana yg kau pilih,
Q ingin menjadi manusia yg kau pikirkan,
yg kau rindukan itu...
Tapi tak ada yg akan nyata dari smua harapku,
walau dirimu slalu bilang,
"tak ada yg tak mungkin",
Tapi satu hal yg aq tahu,yaitu kita berbeda dan tak kan menyatu.
Mungkin terlalu buta,terlalu gila untuk cinta padamu,tapi apa daya,hati dan rasa ini jujur padamu.
Bukan salahmu,bukan salahQ,tp jalan yg menentukan,
dan ini lah ujung dari harapan,penghabisan jalan penantianQ slama ini.
Jangan menangis lagi,apapun yg kau jalani,Q berharap membuatmu bahagia dan ceria lagi,
Aku kan hilang dari ini,tinggalkan dirimu walau berat,tapi Q tak mampu bertahan dalam rasa yg menggantungQ...
Bahagialah tanpaQ,
Ini yg terakhir aq tulis tentang rasaQ kepadamu...
"aku cintai kamu"
"ku sayangimu"
"aku slalu rindukanmu"
Sekalipun belum bertemu,dan takkan bertemu...
Tapi ini untukmu
Dari Penantimu...
June 29
Kesempatanku makin terbatas dan tak panjang lagi...
Detik demi detik beranjak mendewasakan jiwaQ,
mengajarkan pahit manisnya dunia,mendidikQ dg kesalahan2 dan kebodohan yg tak boleh terulang,
Menit pun brtambah menit,
mengiringi usiaQ yg makin menua,menyadarkan aq jalan ini akan berujung nantinya,
Jam dan jam terus berputar menghitung brapa lama lagi aq mampu berdiri,dan membisikkan nasihat kebaikan,dan mengharap aq menyadarinya,
mengharap aq segera mengucap kata penobatan atas dosa dan khilaf slama waktu sebelumnya...
Hari pun tinggalkan hari,
tinggalkan kenangan derita lara,dan membungkusnya dg canda tawa manis di jiwa,
cinta demi cinta tlah datang,dan pergi menghinggap dihati,
perempuan demi perempuan pun tlah sering hadir temani hidup ini,dan kini menghilang,
Minggu itu juga memisah kpada minggu yg lain,
berpesan mesra,berdoa dg apa adanya,memohonkan smoga yg aq cita,akan terdapatkan,
sgala asa moga tercapaikan ditangan..
Bulan juga bulan2 yg lain,
mendikteQ dg sgala rencana ke depan,memberiQ setumpuk progam2 kehidupan yg harus Q jalankan dg hati yg tenang dan jiwa yg menerima...
Dan kini Tahun tlah berganti dg TahunQ yg bertambah,
mewajibkan aq belajar lebih tegar dan sabar dlm berpikir,berucap,dan berkelakuan,
Dan mendisiplinkan aq untuk lebih rapi dlm menulis cerita kehidupan ini,lebih hati2 dalam melukis gambar2 kenyataan yg ada nanti,
agar aq tak jatuh dalam kesalahan abadi,
Trimakasih kpada Tuhan,yg PenciptaQ,yg Berkuasa atas hidupQ,
Terimakasih kpada Ibu dan Ayah yg membesarkan aq,mencintaiQ dg cinta paling sjati apa adanya,
Trimakasih pada Saudara2 darahQ,
yg menemaniQ,yg mengejekQ dg canda,dan memujiQ dg tawa,
Trimakasih pada Sang Guru,
yg mendidik aq,menitipkan ilmu manfaat utk hidupQ,
Terimakasih pada Sang Mantan2 KekasihQ,
yg mengajariQ cinta,
mengajariQ tntang kesetiaan dan apa itu pendustaan cinta,
Terimakasih pada Sahabat2 terhebatQ,
yg membawaQ saat Q lemah dan tak berdaya,
Terimakasih kpada Waktu,
yg setia iringi langkah padaQ,
Trimakasih kpada Bumi,
yg menjagakanQ,temani jalanQ yg kadang gontai ini,
Trimakasih kpada Langit,
yg meneduhkan aq,menyelimuti aq saat aq tanpa siapa2,
Trimakasih kpada Udara,
yg membelaiQ,yg menyejukkan nafas ini saat aq sesak dg masalah,
Trimakasih kpada Mentari,
yg menghangatkan aq,saatQ menggigil dalam kedinginan hati,
Trimakasih kpada Bulan dan Bintang,
yg terangi malamQ,menghiburQ saat aq sendu,
Trimakasih kpada Hujan,
yg membasuhQ,saat aq kering dan dahaga karna cinta,
Trimakasih kpada Pagi Siang Sore Malam,
yg mendampingiQ saat aq bercerita,
Trimakasih kpada Air Mata,
yg mengungkapkan sedihQ,saat bibirQ tak mampu mengucapnya,
Trimakasih kpada Semua,kpada yg sekecil2nya,yg sejauh2nya,dan kepada yg tak tertulis dan tak terpikir,
Sisa cerita ini takkan indah tanpa kalian...
Dengarlah Jiwa
Aku brtanya,
brtanya padamu wanita ku puja,
kenapa harus...
jiwa ini resah memilikimu,
mengapa ada...
hati ini sakit mencintaimu,
Bukankah jantung ini tlah kau ambil,
Hati ini tlah kau simpankan,
Nafasku pun tlah kau hirup sdalam dalam...
Bukan kah sharusnya ku bahagia brsamamu,
dan kau bahagia brsamaku,
tapi mengapa hrus air mata dan luka yg Qt ciptakan,
mengapa hrus amarah dan ego yg Qt tunjukkan...
Belahan jiwaQ,
biarkan cinta ini bicara,
biarkan rasa ini menenangkan Qt,
rasakan kembali detak jantungQ,
resapi kembali alunan hembus nafasku,
Langkah ini untukmu,
bicara ini tentangmu,
Yakin lah hidup ini padamu,
Sungguh mati pun ingin brsamamu...
Kamis, 01 Juli 2010
Senandung Rindu Untuk Naina
Hati ini ingn bicara,tapi tentang apa?
Bibir ini ingin berucap,tapi pada siapa?
Mungkin Q kan membisu dan terdiam,tapi biarlah angin ini bicara membisikkan kata2,
mengungkapkan sedikit saja tentang aq..
Tentang rinduQ padamu yg tak tersampaikan,
Tentang cintaQ untukmu yg tak terungkapkan,
Dan tentang kasihQ yg tak kan pernah tertuliskan...
Rasa ini tulus,setulus rembulan temani bintang2 yg meredup di malam kesunyian dan terasa hampa...
Rasa ini dalam,sedalam dasar bumi menyimpannya,mgkn hingga tak terungkapkan oleh kata biasa...
Rasa ini rasa yg dirasa panas dan berharap kan hujan membasuhnya,
Rasa ini rasa yg dibawa merpati2 saat bernyanyi menyambut datangnya ceria pagi,
dan rasa ini rasa yg ditinggalkan malam sebelum pagi memanggil dan membunuhnya...
Mungkin tak layak terlihat,dan terlalu aneh kau dengarkan,tapi rasa ini memanggilmu,
menyebutmu dg syair2 rindu,
mengharap slalu hadirmu padaQ,
tak rela kehilanganmu walau tak pernah aq memilikimu...
Rindu ini untukmu,skalipun kau tak tahu aq,
Rindu ini padamu,skalipun kau kan tetap meninggalkanku...
Rindu ini merindukan mu Naina...
Kau Jantungku
Ketika rasaQ tertinggal...
Smua waktu,takkan menjagaQ...
Tapi engkau slalu memelukQ...
Kau jantungQ,
Takkan bisa Q hidup tanpamu,
Kau nafasQ ,
Berhembus dan merasuk dijiwaQ...
Kau darahQ,
mengalir dan menyatu padaQ,
Kau jantungQ...
Sabtu, 26 Juni 2010
Kau Mawarku ( Bidadariku )
.jpg)
Ku coba buka mata,
sadarkan dari lamunan jiwa,
ku tatap sepasang sayap dipundakmu,
namun cahaya silaukan mataku,
Agak redup,dan semakin redup,
kini ku lihat kau tampakkan wajah,
sberkas cantiknya bidadari mawar merah membiusku,
tenggelamkan sadarku...
Takjub,megah indah tak terjamah,
Ayu,lembut pesonamu tak terlukis oleh jariku,
Namun waktu membawamu,
menelan keindahan untukku,
kini langit hanya sisakan aku,
dan stangkai mawar yg tak sempat aku bawakan padamu...
Tentang Sahabat

Sobat yg sejati bukan sahabat yg menyayat hati,
Tentang sahabat,
yg memberi kekuatan disaat hati rapuh dan langkah melemah,
yg mencari disaat kita hilang dan tersesat dalam kegelapan,
yg menuntun kita disaat kita buta akan dunia dan termakan oleh rayuan dosa.
Jika tentang sahabat itu,
adalah beribu-ribu kata kasih yg sempurna dan berjuta-juta tulisan yg indah,itu pun tak akan cukup mendefinisikan satu arti seorang saja dari sahabat,
Jika tentang sahabat itu,
adalah seluas langit yg berlapis hingga ketujuh nirwana dan sedalam samudera hingga dilubuk dunia,itu pun tak akan muat untuk menorehkan sajak untuk seorang saja dari sahabat,
Jika tentang sahabat itu,
adalah semerdu nyanyian burung2 pagi yg melantun lagu keceriaan dan semerbak melati yg menyebar wangi,itu pun tak akan setara untuk menggantikan senyuman dari seorang saja dari sahabat,
Jika tentang sahabat itu,
adalah kejora bintang malam yg tenang dan terangi gelapnya aku,ataukah rembulan menawan yg menjaga malam gulita,itu pun belum seberapa dengan kehadiran dan ketulusan dari seorang saja dari sahabat.
SahabatQ,ceritaQ,
Kalian adalah kalimat dlm prosaQ,
adalah sajak dlm baitQ,
Aq slalu menyimpanmu,diantara bahagia dan sedihQ,sampai ceritaQ tertutup diujung waktu...
