Minggu, 11 Desember 2011

Detak Bahagiaku

Hari ini,
adalah kebahagiaan yang tak terhingga bagiku...
seakan pagi yang riang menyambut mentari tersenyum...

Tapi,
senyummu lebih indah,
hangat,
dan dalam merasuk dalam tulang2ku yang dingin...

Jantungku terpacu kencang,
berdebar-debar tak teratur seperti deru langkah kuda seribu yang menderu...

Kamis, 20 Oktober 2011

Paket Special Dari ALLAH

Kamu datang dengan sangat tiba2,
bahkan aku tak sempat menyiapkan kata pertama apa yang harus aku ucapkan untukmu...

Aku hanya diam, dan sedikit tersenyum, berharap kau membalas nya...



bersambung...

Selasa, 18 Oktober 2011

Astrid - Jadikan Aku Yang Kedua

Intro: D Em Bm G (2x)


(*)
D Em
Jika dia cintaimu
Bm G
Melebihi cintaku padamu
D Em
Aku pasti rela untuk melepasmu
Bm G
Walau ku tahu ku ‘kan terluka


(**)
D Em
Jikalau semua berbeda
Bm G
Kau bukanlah orang yang ku puja
D Em
Tetapi hatiku telah memilihmu
Bm G
Walau kau tak mungkin tinggalkannya


Reff:
G D
Jadikan aku yang ke dua
Bm A
Buatlah diriku bahagia
G D
Walaupun kau tak ‘kan pernah
Bm A
Kumiliki selamanya…

D Em
Tap tara tap tara
Bm G
Tap tara yeah tap tara…
D Em Bm G
tap tara…

Kembali ke: (*), (**), Reff (2x)

Int: Bm A D Em F#m G (2x)

Kembali ke: Reff (4x)

G D Bm A
Ohh yang ke dua… yang ke dua…

Senyum Kamu ( Mentari Aku )

Hari-hari terus terlewati,
dengan kamu "wanita satu2nya yang aku cintai"...

Bahagia, canda tawa kita bersama,
lewati waktu terasa sangat cepat, 

 Senyum kamu sayang, seperti mentari yang datang pada pagiku...
Membawa kehangatan bagiku, meski malam kau hilang, tapi esok kau hadir kembali, begitu dan seterusnya...

Sampai kapan?
Selamanya sayang...
 

Sabtu, 15 Oktober 2011

Kamu Baik, dan Mencintaiku (Aku pun Begitu)


Hari ini, hari sabtu,
nunggu jam 15:00 waktu bagian Jatiuwung dan sekitarnya,
pulang, dan bersiap menemui kamu,

kamu, yg aku rindukan,
yg membuat jantung berdebar kencang,
hemmm,,,
senyum kamu itu, gak akan terlupakan,
slalu menggeliat mesra dalam hati ini,

smoga, berjalan lancar, dan cinta ini tersampaikan dg semestinya,
dan ku coba kalahkan ego,
atau emosi, dan curiga...

Aku percaya, kamu baik, dan mencintaiku...

Miss U my Honey...

Kamis, 13 Oktober 2011

Wong Edan (love) Wong Gendheng

Hari2 ini sungguh terasa sangat berbeda?
Entah dimana bedanya,tapi lebih terasa penuh warna,
iya sich, warna warni, kadang marah, ngambek, nangis, tapi smua akan berakhir dg happy,

Hemm...
Tak tau lah, biarkan perasaan mengalir, dan jangan biarkan kesadaran ini mengedit hati dg sesukanya,
karna cinta yg sesungguhnya itu tak butuh kesadaran,

Kadang aku juga bertanya, tapi tak perlu kau jawab,

karena yakin dan ketulusan itu lebih dalam dan detail sbg jawaban dari segala nya tanya...

Sampai kapan?
Benarkah?

Aku bahagia saat sedih tak mengganggu, tapi aku lebih sedih saat bahagia tak mau atau bosan memilikiku...

Sedih, untuk apa?


Biarkan smua tetap bekerja sesuai perannya,
aku pun, kamu pun juga,

Tak bisa melawan,
atau mengingkari keadaan,
aku bukan apa2, hanya sebuah kebahagiaan yg ingin kau rasakan,
dan tak ada, bila kamu sudah tak inginkan,

Bahagialah, dg apapun,
Tersenyumlah, bersama siapapun...

Senin, 10 Oktober 2011

Pertemuan Ketiga


Dan hari itu,
aku mengenalmu dan sedikit keluargamu,
aku bahagia disampingmu,
tapi aku takut hari itu tak kan terulang,
kamu penuh misteri,
tapi kamu mencuri hatiku,
aku akan mengejarmu,
berharap kau milikku seutuhnya...

Jumat, 07 Oktober 2011

Rahasia Kebahagiaan

Sayang,
mari kita saling mencintai sebisa kita,
tetap lah berpegang tanganku,erat jangan kau lepaskan,
kita kan tetap melangkah sayang,
sejauh lelah kita melangkah,


biarkan smua menjadi kebahagian yg rahasia,
biarkan saja hati yg bicara ketika bibir ini tak sanggup mengungkapkan,

Sayang, tatapan matamu adalah busur cinta bagiku,
kau menusukku tetap dihatiku,
sangat dalam, tapi tak sakit,

Hati ini luluh sayang,
jangan biarkan aku runtuh,
aku bisa mati bila kau menjauh,

Bumi kan terus berputar,
dan detik2 yg tak terhitung akan tetap bercerita,
tentang kisah kita yg sangat aneh namun indah,

Jalan2 itu kan terukir nama kita,
menjadi saksi dimana kita bercinta,

"Oh Tuhan, mungkinkah aku mabuk karena dia?"

Sayang, aku mencintaimu, dan akan tetap begitu, meski apapun bilang tidak pada kita,

Jangan lupakan aku, bahwa aku ini cintamu...

Rabu, 05 Oktober 2011

Pagi Dunia, Pagi Cinta

Tersenyumlah,
karena hati ini sedang berbunga teman,
smua rasanya indah bgt di hari ini,
mentari pun kalah hangat dg senyumnya,
nyanyian burung pun kalah merdu dg suaranya,
KARENA DIA...
dia yg sudah berdua dg kekasihnya?
Tapi aku suka dia, dan dia?
Lalu aku ini siapa nya?

Tapi aku ini yg mencuri hatinya, aku ini yg membuatnya bingung dg perasaannya sendiri.
Kejam ya diriku? Atau berdosakah aku?

Tapi ini tentang perasaan, yg gak mungkin dipelajari, direncanakan atau dipaksakan,
smua datang dg gak sopan begitu saja,
saling memikirkan,
saling penasaran,

dan saling jatuh cinta...

Maafkan aku Tuhan, aku ini orang yg gak bisa mengingkari hati, bukankah cinta adl anugerahMu?

Aku gak berharap apapun, aku hny ingin melihat dia tetap tersenyum, bahagia, tertawa dan terus bernyanyi,

Oh indahnya perasaan ini,
smoga hanya Engkau, aku dan dia yg mengetahui smua ini...

Tetaplah begitu cintaku,
aku takkan memintamu,
aku hny ingin mencintaimu,
dan kamu mencintaiku sebisamu,

Selasa, 27 September 2011

Cinta Tanpa Warna

Saat ku mnatap dunia,dan tak mampu melihatnya,
hanya mndengar btapa indahnya,
tanpa warna,hanya nyanyian penuh rasa.

waktuku pun sama terasa,hanya malam juga hitam,
tanpa mengenal terangnya purnama,
bintang bulan,bahkan datangnya mata dunia.

Kini aku berdiri,bernyanyi tentang jiwa yg hitam,
coba aku meraih,meski pedihnya jiwa yg hitam,

hingga ku temukan dirimu,
yg tak mampu mendengarku,
hnya melihat aku kau membisu,
tanpa suara,hanya bahasa di jiwamu,

aku tak tau seperti apa,
mngungkapkan yg ku rasa,
dg kata tak mgkin kau bisa,
dg warna,takkan mungkin ku pahaminya

Matikan Aku (Lagi)

Terang yang bangunkan aku,
seperti pagi bangunkan malam,
berdiri kembali, tapi untuk apa,
sejenak ku kan mati, untuk siapa,

dan mungkin, kau yang mungkin,
matikan aku lagi,
dan ku mati, kau yg mungkin,
matikan aku lagi

akankah kembali jiwa yg hilang,
bisakah berdiri aku melayang,
jiwaku tak bersemayam lagi,
ragaku kan kau matikan lagi,

dan mungkin, kau yg mungkin,
matikan aku lagi...

mengapa tak selamanya?
Terang membawaku?

Minggu, 25 September 2011

Tempat Terakhir 2

Coba teruskan melangkah meski ku lelah,
harapkan yg terindah datang kan merubah
lewati pedih seakan perih
hanyalah kata yg tak akan berarti

Meski kan tiada tempatku untuk bersinggah,
harapkan bunga surga kan tebarkan indah,
hiasi bumi taburkan mimpi
jadilah nyata takkan memudar,,,

pelangi kan lagi brwarna warni,
seakan dunia ku terasa mimpi

tempat berakhir ku menanti
tempat terakhir aku mati,
tempat berakhir ku bermimpi
tempat terakhir aku mati

Bahasa Kita

Tak akan pernah, aku ucapkan kpada yg lain, nanti atau seterusnya, karena bahasa ku kpadamu hanya menyatu dari kita, tanpa mampu di dengar bahkan dipahami yg lain,

Mungkin kau dan aku tak bertemu,
tak bersatu, atau belum,
tapi bahasa unik kita menghubungkan ujung-ujung pikiran kita, hingga kita saling memikirkan,

Kau berlari kemana,
aku terbang atau jatuh dimana,
mungkin jalan berlawanan,
arah pun sengaja memisahkan,
tapi bisikan hati yg merintih bagai teriakan yg memanggil adalah nyanyian terdalam untuk jiwaku jiwamu,
kerinduan yg sejati mampu meleburkan jarak, antara barat atau timur, selatan atau utara, sama saja, smua berakhir di satu titik tengah dunia,

Entah masa akankah sama,
Kapankah waktu habis berlalu,
Haruskah kita saling menunggu,
tanpa bicara, hny berbahasa dg perasaan,

Tak akan lelah kah dirimu?
Letih, dan pasrah karna waktu?

Mungkin waktu sengaja memelankan langkah, menggiring kau dan aku dlm permainannya yg penuh misteri maya,
melepaskan kita dalam labirinnya yg entah berujung apa?

Kapan?

Dimana?

Harapan Terakhirku

Akankah aku menjadi ketenangan dlm hatimu?
Mungkinkah lemah ini menguatkanmu?
Sepertinya waktu tak membelaku,
Tapi biarlah,biarkan aku mencintaimu dg kebisaanku,

Smoga sedihku untuk kebahagianmu,
Smoga ketidak apa2an ini tidak hanya menjadi kesia-siaan belaka bagimu,

Ketulusan jiwa adalah doa terindah untukmu,
Bahagialah untukku, untuk jawaban bahwa kau benar memilih tidak bersamaku,
Tersenyumlah utk kebahagianku yg terakhir....

Entahlah...

Dari dulu, aku sangat yakin, dalam hatiku ada kotak2 kecil yg membagi dan menyimpan masing2 perasaan utk orang2 yg berbeda

Dan setiap kotaknya, pasti ada seberkas cerita dgn segenap foto,film, dan biografi lengkap tokohnya yg pernah eksis dalam hatiku.

Dari itulah, kenapa setiap aku bertatapan dgn mu, dg orang yg pernah menawan hari2ku, dalam hatiku msih saja bergetar kencang, mengirimkan sinyal ke saraf2 mataku, hingga akhirnya terpancar dari retina yg memandangmu dg rasa yg beda.

Beda?
Bukan, lebih tepatnya rasa yg sama spt dulu,getaran yg sama, pandangan yg sama...

Dan tak bisa aku pungkiri, smuanya akan slalu tersimpan sangat rapi dlm kotak itu,
utk aq kenang, atau utk aq ulang...
Entahlah...

Tapi, yg membuatku penasaran, adalah mungkinkah dihatimu jg ada kotak, barang sekecil saja spt hatiku yg ada kotak utkmu?
Entahlah...

Penunggu Kereta

Aku,
Kamu,
Dan semuanya hanya menunggu,

Tunggu waktu,
penunggu kereta datang padaku,
kereta pembawaku,
diujung waktu...

*****

Lelah,menunggu,
Cepat datang,keretaku...

Yang ingin ku katakan, ku lakukan untukmu

Hey kau!
Yg disana angkuhmu,
Yg tinggalkan sedih padaku,

Aku mencoba utk tidak membencimu,
meski tak mungkin,karena berat bagiku,

karena kau yg mengajarkanku,
tentang kebencian, dan rasa yg dalam tak lagi tentang cinta, namun kesakitan hati yg dalam,

karena kau yg menginginkanku,
lalu membuangku spt aku ini daun kering yg mudah saja kau tiup dan hilang,

hati ini bersimpul penuh, dan smua simpul ada rasa, setiap rasa adl tentangmu,
tentang mencintaimu,
tapi dulu, sebelum simpul ini kau kusutkan,

aku sungguh terdampar dlm kekecewaan yg jauh karenamu,
aku benar akan mengatakan,
aku membencimu,

dan seandainya kau malam, lebih baik aku siang yg takkan menemanimu,
seandainya kau pantai, aku tak mau menjadi ombak untukmu,

aku takkan berharap kau disini,
ada atau tiadamu takkan berarti,
melatipun tetap wangi tanpa haru,
mawarpun tetap merekah tetap begitu,

smoga waktu memakan cerita ini,
biarkan smua mati dlm harinya,
tentangmu adl coretan kecil dlm buku kusam bagiku,
layak untuk terhapus, dan terlupakan dari hidupku,
dan berganti kisah anyar yg menunggu...

Sabtu, 24 September 2011

Tak Sampai ( Sampai Mati )

Aku berlari,
terasa jauh tak sampai,
jatuh,
ku bangun lagi,
ku berdiri,
ku berlari lagi dan menubruk, remuk,

tapi aku,
hanya bayangmu yg ku rengkuh,
dalam samar seremang redup pandangku,
sedikit sisa wangimu yg kucium,
harum makin berlalu,mengharu, biru lalu kelabu menusukku...

Kau apa?
Aku apa?

Hati ini tak mampu menggapai, hanya merengek mengharapi,
hanya memimpikan harapkan tanpa ada jalan,

lihatlah keremukan hatiku,
dengarlah kepayahan nafasku,

aku menunggumu dg sekuatku menunggu, meski sia-sia, meski nol ada, meski , meski, meski dan meski smua mati,


tapi aku punya kasih untukmu, meski tak sampai...
tapi sampai mati untukmu,

Senin, 28 Maret 2011

semangat jiwa.mp4

Rabu, 23 Maret 2011

Tuhan (Aku Bertanya)




Tak ada satupun yg kupahami,
saat harus melihat dg ketidaksempurnaan ini,
bhwa smua yg kecil itu mengubah jalan hidupku,
mmatahkan smua senyum,bahkan meleburkan setiap harapanku,

Kenapa Tuhan?
Ada apa Tuhan?

Aku harus melihat beliau menangis karna kekalahanku yg tak termaafkan?
Apa sudah benar2 tak ada sedikit kesempatan utk mmbahagiakannya,mmberi sdikit saja senyum ceria utk kerut wajahnya yg menua karna aku,demi aku?

Kapan Tuhan?

Rabu, 16 Maret 2011

Hati Bersayap



Ku terdiam,tanpa harus ku brtahan, Mencoba ku merelakan stiap buaian, Sudah lah aku,waktu lalu berlalu lah tanpaku…

Lepas lah aku,mimpi lalu,harap lalu,ku lepas untukmu …
Biarkan ku hidup dengan hidupku,Biarkan ku brnafas dengan nafasku,
Bernyanyi dengan hatiku,
Dan menari dengan jiwaku… Tanpamu… Denganmu,tak perlu,tak mengubah hidupku…
Dekatimu… Jauhimu,tak apa,tak hentikan langkahku…

Hati ini masih bersayap, bersiap melayang memutari hati hati menanti yang berharap …
Jiwa ini masih bernafas, berlari menghampiri jiwa jiwa sepi yang terhempas …

Dan sgala tentangmu,tentangku, tentang hati dan rasaku dan rasamu… Ku tinggalkan dsisimu,
Ku lepaskan…dan berlalu

Jumat, 18 Februari 2011

Jika Mentari berprosa (Mawar merindu)

Hay mawar jelitaku,

Tak bosan-bosan kau mekar tanpa cadar dan merekah setiap ku datang lantang dan mulai sorai menyapamu,

Tak lelahkah gemulai indahmu menghias panas keras langkahku yang makin menjauh berlalu,

Tak jenuhkah protektifnya tangkaimu menyaksikan kasmaranmu kasmaranku yang menggebu bergenderang berpadu nyanyian rindu,

Tak iri kah daunmu yang hijau yang melambai santai menyaksikan bualan kita yang tinggi dan irasional tanpa baku,

Dan kau lalu kemana kau setelah ku meredup sendu menyamar samar tenggelam di senja yg tak berpintu itu,

*aku tertidur layu,menggigil dalam rindu*

Aku pun akan datang mawarku,menjelang membelaimu sayang diawal pagi untukmu,

Meski malam menahanku dlm tangannya yang kaku penuh kegelapan menyayu,

Meski kelabu mendung gerimis mengganggu mencoba menyurutkan niatku,

Tapi aku ada,
Aku akan bawa cahaya dunia,

Mencium mesra keningmu lalu rambutmu yg bersemat semangat penuh rindu,mawarku...

*aku pun begitu mentariku,pasti setia memerah untukmu*

Rabu, 09 Februari 2011

Diam

Kadang aq ingin utk berpuisi non fiksi,menyusun kata demi kata sederhana hingga brbait-bait dan kemudian meneriakkannya perlahan di dalam hati,agar hny aq yg bsa mndengarnya,hanya alam,dan Dia Yg Mengerti.

Sperti daun2 di pohon yg menghijau dan menguning sebelum bnar2 menua,yg slalu mentasbihkan Nama2-Nya dstiap awal fajar hinggga akhir senja,hingga malam dan pagi kembali padanya,bahkan saat musim gugur dia merontok ke tanah dan menyatu ke bumi tnpa nyawa.atau saat badai melahap dia terbawa angin,kemudian tiada,
tapi indahnya,menakjubkan jiwa,karna sbuah kesederhanaan kata yg mengungkapkan ketulusan dunia,sangat brsahaja.

Tapi kadang aq jg ingin diam,bahkan tak ingin mengenal satu kata pun dari smua bahasa,bahkan tubuh pun tak mau untuk bersuara,saat dunia terasa neraka,saat smua kata2 munafik menjadi sebuah nyanyian kebanggaan oleh orang yg merasa diatas kebenaran,yg meneriakkan penghukuman kpd yg tak seharusnya.
Suara mereka bagai jilatan2 api yg membakar telinga,bosan,dan sangat memuakkan.
Tak sadarkah mereka yg berteriak benar jg pnya sebuah ketidakbenaran?
Tak malukah mereka yg menghujat yg salah jg pnya sebuah kesalahan?

Tapi kadang aq jg ingin brdiri diatas puncak yg paling tinggi,dan menatap mata mereka satu per satu,dan menjelajahi pikiran mereka,dan kemudian berteriak : " DIAAAMMMMMM!!!!!",diam,diam dan diam.

Senin, 17 Januari 2011

TOREHAN HATI : "Pengorbanan"

"aq ingin selalu melihatnya tersenyum,bahagia"

Semua karna Cinta,
karena saat kita mencintai seseorang,dg tulus dr dalam hati,bukan karna keterpaksaan,atau pura2,
pasti dlm hati kita akan timbul keinginan untuk memberi,sesuatu kpd org yg kita cintai,dg satu tujuan,yaitu agar dia tersenyum bahagia.

Itu lah,mgkn letak benarnya,bahwa ada sbuah kalimat :
"cinta itu memberi tnpa mengharap diberi"
"cinta itu pengorbanan tnpa mengharap imbalan"

tapi,cinta yg spt itu adl CINTA yg suci,sungguh murni nya perasaan dari hati.

Cinta yg spt itu adl cinta yg dimiliki seorang Ibu kpd anak2nya,dr mulai 9bulan 10 hari mengandung kita,
melahirkan dg brtaruh nyawa,merawat kita tanpa keluh,
mendidik kita tanpa bayar,menjaga kita tanpa pamrih,hingga kita dewasa,gagah,cantik,sukses,
tapi apakah seorang Ibu minta bayarn atas capeknya selama ini?
apakah prnah menyombongkan atas besarnya pengorbanannya?

Cinta yg spt itu adl cinta yg dimiliki seorang Ayah kpd anaknya jg,yg berjuang diluar,
membanting tulang2nya dg keraz,memeras tetes keringatnya,
bekerja tanpa lelah,walau kdang peluh kesal menyakitkan,tapi dg bangga beliau pasti bahagia saat anaknya bisa makan,bisa hidup layak,
bisa sekolah,main selayak temannya,bisa memberi yg anaknya pinta,
hingga anaknya mampu cari nafkah sendiri,tapi apakah beliau menuntut ganti atas pemberiannya,atas krja kerasnya utk kita?

Jawabanya: "TIDAK"

Sebagai seorang anak yg mmpunyai orang tua,
sudahkah kita melihat itu?
Bisakah kita merasakan apa beliau rasakan?
Sudahkah kita membalas kebaikan mereka?ketulusan mereka?
Sudahkah kita membuat beliau tersenyum bahagia krna kita?
Sadarkah kita,kesempatan itu trbatas?
Bisakah kita mencintai beliau,spt beliau mencintai kita?

Ini teman,saatnya kita berkorban,demi senyum mereka,
selagi ada kesempatan,sekecil apapun itu,yg bsa membuat beliau bahagia,
lakukanlah,berikanlah,katakanlah,buktikanlah kpd mereka,bhwa cinta mereka kpd kita adl cinta yg berarti,yg tak akan kita sia-siakan.

"Cintai dulu orang tuamu,sebelum kekasihmu,
Bahagiakan dulu orang tuamu,sebelum kekasihmu,"

Jangan selalu menuntut,tp belajarlah memberikan.

[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].

Senin, 10 Januari 2011

TOREHAN HATI : "Kesempatan"

"Hidup ini kesempatan Sob,
kesempatan yg satu,yg tak bisa diulang."

Iya ini lah kesempatan kita,kesempatan untuk menjadi baik,atau menjadi buruk.
Dan hidup harus pnya tujuan.
Dan tujuan hidup adalah banyak,tapi satu tujuan yg tertinggi pada setiap manusia pasti adl hidup untuk mendapatkan berkat,restu dari Tuhan Yang Maha Satu.

Jadi,hidup adl kesempatan untuk mengejar tujuan,mendapatkan harapan,mewujudkan impian,tetap dengan satu keyakinan,bahwa Tuhan adl Pemegang kunci semesta.

Memang dlm kehidupan pasti banyak skali rintangan,cobaan,jebakan,tipuan,dan itu smua memang dibuatkan untuk kita,untuk mengetahui seberapa dalam kah kita yakin pada-Nya?tapi satu hal yg aq yakini,Tuhan tidak mungkin membuat cobaan melebihi kemampuan kita,karena aq yakin,bhawa Dia slalu menulis rencana yg terbaik untuk kita. (ingat loh,bhwa yg menurut Tuhan adl terbaik untuk kita,belum tntu sperti yg kita inginkan)

Sekali lagi,
bahwa hidup adl kesempatan menggapai tujuan yg penuh cobaan,tapi yakinkan,dibalik ujian,pasti ada yg terbaik yg telah disiapkan Tuhan untuk kita.

Jadi,jangan pernah menyerah hnya karna tersandung kerikil,bila perlu,tertimbun gunung pun,kita tetap berlari.

[aku tulis dg kata "Tuhan",agar lebih terdengar umum,dan tidak membedakan agama]


[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].

Minggu, 09 Januari 2011

TOREHAN HATI : "Menerima"

Detik berlalu demi sebuah menit,
begitu pun menit dan menit saling berpegang demi sebuah jam,
berkorban demi hari,
hari dan minggu,bulan,tahun dan seterusnya.

Lalu berapa tahun untuk kita?
Berapa yg terlewatkan?
Berapa yg tersisakan?

Sedikit renungan,untuk kita,bahwa waktu kita adl terbatas,adl kesempatan,dan sberapa baik kah kita menggunakannya?seberapa bnyak kah waktu kita yg trbuang utk sesuatu yg salah?

[Tanya pd diri kita,dan jawab oleh diri kita]

Tapi malam ini,aq ingin berbicara tntang kata "menerima".

Tadi mlm aq liat di Beranda, dan ada salah satu tmen yg menulis status ini:
"belajar menerima,apa adanya".

Aq jd berpikir,menerima yg bagaimana maksudnya?
Menerima pasrah kah? Menerima bersyukur kah?

Menerima,pasrah?
Seorang murid,pada pembagian raport,nilai matik-nya merah,dia sangat menerima dgn pasrah.
Kedepannya,dia pun tdak berusaha belajar,brlatih agar nilai meningkat.
Mau jelek,mau bagus,dterima dgn pasrah,bkan bersyukur,tp karna malas berusaha?
Bagus kah??

Tapi sebaliknya,jika dia menerima dg brsyukur,
maka saat mendapatkan nilai jelek,padahal dia sudah belajar giat,dia menerima,tapi bukan terus pasrah,tapi dia pasti berpikir bhwa belajarnya mungkin kurang giat,atau kurang teliti mengerjakan soalnya,dan dia teruz berusaha dgn maksimal,hingga mendapatkan hasil yg maksimal.

Jadi,jangan asal menerima,karena dari menerima itu adalah salah satu yg menentukan kualitas kepribadian kita, pecundang kah kita yang hanya pasrah dgn kekalahan tnpa usaha?
Atau pejuang sejati kah kita yg bersyukur dg kekalahan,dan tetap berjuang hingga detik terakhir?


[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].

TOREHAN HATI : "Tak Menyerah sebelum Kalah"

Mendung,..

Yupz...,suasana yg sangat tepat untuk sehari tadi hingga mlm ini,bukan cuma langit,tapi hatipun,gelap tak berbintang, (karena gerimis).

Jujur,mlm ini aq sangat malas untuk menulis,untuk melamun,dan berimajinasi,
karena memang ternyata sebuah inspirasi,sangat tidak bisa dipaksakan,apalagi ditekan.

Yupz...itulah hati,itulah jiwa,yg tak seperti pikiran dan logika.(tak bisa diatur,apalagi dipaksakan).
Pikiran mgkn banyak pertimbangan,
tapi hati tak pernah menimbang,hati hanya merasakan,
ketika dia sedih,akan berkata sdih.
Ketika dia bhagia,akan berkata bahagia.

Dan,hatiku mlm ini sdang ingin merasakan nikmatnya bermalas ria,dan parahnya tangan ini pun bilang pegal untuk mengetik,
jadi mgkn hanya sepatah kalimat pendek yg ingin aq katakan malam ini.

"Ketika aq sudah memilih (dg kesadaran yg sadar),dan itu adl sesuatu yg tidak salah (benar),maka dg segenap hati aq mengerjakannya,mengejarnya,memujudkannya,dan menjaganya,dan sbelum aq kalah,aq takkan menyerah"

Cukup untuk mlm ini,smoga bsk Qt brtemu lagi dlm suasana yg lbh menyenangkan.

[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].

TOREHAN HATI : "Memilih atau Dipilih"

Hay sahabat2 yg trbaik, smoga mlm ini msh dlm keadaan yg terbaik(waktu nulis ini,pas malem),berkumpul dg orang2 trbaik,dan bercerita tentang yg trbaik,dan pny rencana utk esok yg trbaik.

Berjumpa lagi dg aq,dg ocehan2ku yg kadang gak jelaz maksud dan sumbernya,tapi ini sbatas share rasa hati yg ringan,smoga bisa sampai di hati kalian juga.


Yups...kembali dg TOREHAN HATI,yg mlm ini akan bicara untuk *memilih atau dipilih*.
Setelah kemarin,kita punya kesadaran untuk sadar,berarti kita bisa,dan harus bisa memilih kan?iya memilih utk yg tidak salah pastinya.

Saya berceloteh,anda yg membaca. (dan terakhir bisa protes koq).

Monggo... (silahkan).
[biasakan,membaca ini dengan tenang,seperti di perpustakaan atau rumah sakit, HARAP TENANG]


Sebagai makhluk yg diciptakan dari Yang Maha Pencipta,tentu Qt adalah sebuah makhluk terencana,dg kehidupan dan sgalanya yang sdetail apapun itu,aq yakin smua itu adl terencana dr Yang Maha Rencana.

Jadi dg kata lain selama ini jika aq melakukan yg salah dan melakukan yg benar adl hal yg sudah terencana?
Berarti dosa, adl sebuah salah yg terencana?
Berarti siapa yg salah?siapa yg dosa?

[tunggu dulu,jangan berkesimpulan scepat itu]

Memang benar,smua ini terencana,bahkan sebuah kesalahan pun mungkin sudah terencana,tapi dsamping itu,Qt juga punya kesempatan untuk *memilih* kan?
dan (mungkin) setiap manusia slalu diberi dua pilihan antara yg tidak salah dan salah.
Jadi,sebuah dosa karna kesalahan adl karena Qt memilih yg salah,dan bukan karena Qt *dipilih* untuk salah.

[diulang lagi,biar jelas?atau biar tambah bingung?]

Intinya, Qt adl terencana,tapi bukan terencana utk salah,jika Qt salah,itu karena Qt *memilih* yg salah,bukan *dipilih*.

Smoga,Qt adl termasuk manusia yg pandai memilih.

[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].

TOREHAN HATI : "Kesadaran untuk Sadar"

Ini tentang smua yg menyangkut aku,entah yg aq rasakan,aq lihat,aq dengar,aq alami,yg jelaz ini smua adalah sebuah pengungkapan keadaan,yg mungkin sering terabaikan.

Aku beri judul TOREHAN HATI,karena yg akan aq tulis akan berawal dari hati,dan kemudian berujung ke hati.

Ini adalah yg pertama,berarti besuk,dan lusa,dan dan dan besuknya lusa,akan ada lagi TOREHAN HATI dgn keyword2 yg berbeda.

Dan malam ini aq berbicara dg "kesadaran untuk sadar".

[tolong hening sejenak,dan baca dalam hati].

Berawal dari manusia yg memang digariskan untuk bersalah,dan kemudian merasa bersalah.
Jika saja Qt bisa merasa bersalah,sbelum bersalah,mungkin nilai Qt 100 alias tanpa salah,tapi itu TIDAK mungkin untuk manusia.
Jadi yg bisa Qt lakukan hanya meminimalisir kesalahan.

Dengan sebuah rasa "sadar"?

[belum pas,baca dulu ocehan dibawah ini]

Sebenarnya,kadang aq bingung,kapan aq sadar,dan kapan aq tidar sadar?dan apakah aq benar2 sadar saat terlihat sadar?
Karena saat aq merasa bersalah setelah bersalah,pasti sangat menyesal dgn yg tlah aq lalui,aq teringat bodohnya aq,salahnya aq,jahatnya aq (yang jelas2 aq lalui smua itu dg sadar).
Berarti "sadar" itu ternyata tak cukup menyadarkan aq?
Dan tidak membuat aq tidak melakukan salah.
Terus sadar yg bagaimana yg membuat aq mengurangi salah sebelum merasa bersalah?

Menurutku, "kesadaran untuk sadar" itu lebih tepat daripada hanya "sadar",

Kesadaran untuk sadar "bahwa Qt manusia yg penuh salah,dan merasa bersalah,agar salah2 yg dibelakang takkan terulang,dan salah2 yg ada didepan akan terkurangi,karna Qt tlah merasa bhwa itu salah,dan Qt tidak melakukannya".

[skali lagi,ini hanya torehan hati,banyak yg kurang,dan yg perlu diperbaiki,boleh kritik,saran,setuju atau tidak,ada tambahan,silahkan ditulis].