Minggu, 11 Desember 2011
Detak Bahagiaku
adalah kebahagiaan yang tak terhingga bagiku...
seakan pagi yang riang menyambut mentari tersenyum...
Tapi,
senyummu lebih indah,
hangat,
dan dalam merasuk dalam tulang2ku yang dingin...
Jantungku terpacu kencang,
berdebar-debar tak teratur seperti deru langkah kuda seribu yang menderu...
Kamis, 20 Oktober 2011
Paket Special Dari ALLAH
bahkan aku tak sempat menyiapkan kata pertama apa yang harus aku ucapkan untukmu...
Aku hanya diam, dan sedikit tersenyum, berharap kau membalas nya...
bersambung...
Selasa, 18 Oktober 2011
Astrid - Jadikan Aku Yang Kedua
(*)
D Em
Jika dia cintaimu
Bm G
Melebihi cintaku padamu
D Em
Aku pasti rela untuk melepasmu
Bm G
Walau ku tahu ku ‘kan terluka
(**)
D Em
Jikalau semua berbeda
Bm G
Kau bukanlah orang yang ku puja
D Em
Tetapi hatiku telah memilihmu
Bm G
Walau kau tak mungkin tinggalkannya
Reff:
G D
Jadikan aku yang ke dua
Bm A
Buatlah diriku bahagia
G D
Walaupun kau tak ‘kan pernah
Bm A
Kumiliki selamanya…
D Em
Tap tara tap tara
Bm G
Tap tara yeah tap tara…
D Em Bm G
tap tara…
Kembali ke: (*), (**), Reff (2x)
Int: Bm A D Em F#m G (2x)
Kembali ke: Reff (4x)
G D Bm A
Ohh yang ke dua… yang ke dua…
Senyum Kamu ( Mentari Aku )
dengan kamu "wanita satu2nya yang aku cintai"...
Bahagia, canda tawa kita bersama,
lewati waktu terasa sangat cepat,
Senyum kamu sayang, seperti mentari yang datang pada pagiku...
Sabtu, 15 Oktober 2011
Kamu Baik, dan Mencintaiku (Aku pun Begitu)
Hari ini, hari sabtu,
nunggu jam 15:00 waktu bagian Jatiuwung dan sekitarnya,
pulang, dan bersiap menemui kamu,
kamu, yg aku rindukan,
yg membuat jantung berdebar kencang,
hemmm,,,
senyum kamu itu, gak akan terlupakan,
slalu menggeliat mesra dalam hati ini,
smoga, berjalan lancar, dan cinta ini tersampaikan dg semestinya,
dan ku coba kalahkan ego,
atau emosi, dan curiga...
Aku percaya, kamu baik, dan mencintaiku...
Miss U my Honey...
Kamis, 13 Oktober 2011
Wong Edan (love) Wong Gendheng
Entah dimana bedanya,tapi lebih terasa penuh warna,
iya sich, warna warni, kadang marah, ngambek, nangis, tapi smua akan berakhir dg happy,
Hemm...
Tak tau lah, biarkan perasaan mengalir, dan jangan biarkan kesadaran ini mengedit hati dg sesukanya,
karna cinta yg sesungguhnya itu tak butuh kesadaran,
Kadang aku juga bertanya, tapi tak perlu kau jawab,
karena yakin dan ketulusan itu lebih dalam dan detail sbg jawaban dari segala nya tanya...
Sampai kapan?
Benarkah?
Aku bahagia saat sedih tak mengganggu, tapi aku lebih sedih saat bahagia tak mau atau bosan memilikiku...
Sedih, untuk apa?
Biarkan smua tetap bekerja sesuai perannya,
aku pun, kamu pun juga,
Tak bisa melawan,
atau mengingkari keadaan,
aku bukan apa2, hanya sebuah kebahagiaan yg ingin kau rasakan,
dan tak ada, bila kamu sudah tak inginkan,
Bahagialah, dg apapun,
Tersenyumlah, bersama siapapun...
Senin, 10 Oktober 2011
Pertemuan Ketiga
Dan hari itu,
aku mengenalmu dan sedikit keluargamu,
aku bahagia disampingmu,
tapi aku takut hari itu tak kan terulang,
kamu penuh misteri,
tapi kamu mencuri hatiku,
aku akan mengejarmu,
berharap kau milikku seutuhnya...
Jumat, 07 Oktober 2011
Rahasia Kebahagiaan
mari kita saling mencintai sebisa kita,
tetap lah berpegang tanganku,erat jangan kau lepaskan,
kita kan tetap melangkah sayang,
sejauh lelah kita melangkah,
biarkan smua menjadi kebahagian yg rahasia,
biarkan saja hati yg bicara ketika bibir ini tak sanggup mengungkapkan,
Sayang, tatapan matamu adalah busur cinta bagiku,
kau menusukku tetap dihatiku,
sangat dalam, tapi tak sakit,
Hati ini luluh sayang,
jangan biarkan aku runtuh,
aku bisa mati bila kau menjauh,
Bumi kan terus berputar,
dan detik2 yg tak terhitung akan tetap bercerita,
tentang kisah kita yg sangat aneh namun indah,
Jalan2 itu kan terukir nama kita,
menjadi saksi dimana kita bercinta,
"Oh Tuhan, mungkinkah aku mabuk karena dia?"
Sayang, aku mencintaimu, dan akan tetap begitu, meski apapun bilang tidak pada kita,
Jangan lupakan aku, bahwa aku ini cintamu...
Rabu, 05 Oktober 2011
Pagi Dunia, Pagi Cinta
karena hati ini sedang berbunga teman,
smua rasanya indah bgt di hari ini,
mentari pun kalah hangat dg senyumnya,
nyanyian burung pun kalah merdu dg suaranya,
KARENA DIA...
dia yg sudah berdua dg kekasihnya?
Tapi aku suka dia, dan dia?
Lalu aku ini siapa nya?
Tapi aku ini yg mencuri hatinya, aku ini yg membuatnya bingung dg perasaannya sendiri.
Kejam ya diriku? Atau berdosakah aku?
Tapi ini tentang perasaan, yg gak mungkin dipelajari, direncanakan atau dipaksakan,
smua datang dg gak sopan begitu saja,
saling memikirkan,
saling penasaran,
dan saling jatuh cinta...
Maafkan aku Tuhan, aku ini orang yg gak bisa mengingkari hati, bukankah cinta adl anugerahMu?
Aku gak berharap apapun, aku hny ingin melihat dia tetap tersenyum, bahagia, tertawa dan terus bernyanyi,
Oh indahnya perasaan ini,
smoga hanya Engkau, aku dan dia yg mengetahui smua ini...
Tetaplah begitu cintaku,
aku takkan memintamu,
aku hny ingin mencintaimu,
dan kamu mencintaiku sebisamu,
Selasa, 27 September 2011
Cinta Tanpa Warna
hanya mndengar btapa indahnya,
tanpa warna,hanya nyanyian penuh rasa.
waktuku pun sama terasa,hanya malam juga hitam,
tanpa mengenal terangnya purnama,
bintang bulan,bahkan datangnya mata dunia.
Kini aku berdiri,bernyanyi tentang jiwa yg hitam,
coba aku meraih,meski pedihnya jiwa yg hitam,
hingga ku temukan dirimu,
yg tak mampu mendengarku,
hnya melihat aku kau membisu,
tanpa suara,hanya bahasa di jiwamu,
aku tak tau seperti apa,
mngungkapkan yg ku rasa,
dg kata tak mgkin kau bisa,
dg warna,takkan mungkin ku pahaminya
Matikan Aku (Lagi)
seperti pagi bangunkan malam,
berdiri kembali, tapi untuk apa,
sejenak ku kan mati, untuk siapa,
dan mungkin, kau yang mungkin,
matikan aku lagi,
dan ku mati, kau yg mungkin,
matikan aku lagi
akankah kembali jiwa yg hilang,
bisakah berdiri aku melayang,
jiwaku tak bersemayam lagi,
ragaku kan kau matikan lagi,
dan mungkin, kau yg mungkin,
matikan aku lagi...
mengapa tak selamanya?
Terang membawaku?
Minggu, 25 September 2011
Tempat Terakhir 2
Bahasa Kita
Mungkin kau dan aku tak bertemu,
tak bersatu, atau belum,
tapi bahasa unik kita menghubungkan ujung-ujung pikiran kita, hingga kita saling memikirkan,
Kau berlari kemana,
aku terbang atau jatuh dimana,
mungkin jalan berlawanan,
arah pun sengaja memisahkan,
tapi bisikan hati yg merintih bagai teriakan yg memanggil adalah nyanyian terdalam untuk jiwaku jiwamu,
kerinduan yg sejati mampu meleburkan jarak, antara barat atau timur, selatan atau utara, sama saja, smua berakhir di satu titik tengah dunia,
Entah masa akankah sama,
Kapankah waktu habis berlalu,
Haruskah kita saling menunggu,
tanpa bicara, hny berbahasa dg perasaan,
Tak akan lelah kah dirimu?
Letih, dan pasrah karna waktu?
Mungkin waktu sengaja memelankan langkah, menggiring kau dan aku dlm permainannya yg penuh misteri maya,
melepaskan kita dalam labirinnya yg entah berujung apa?
Kapan?
Dimana?
Harapan Terakhirku
Mungkinkah lemah ini menguatkanmu?
Sepertinya waktu tak membelaku,
Tapi biarlah,biarkan aku mencintaimu dg kebisaanku,
Smoga sedihku untuk kebahagianmu,
Smoga ketidak apa2an ini tidak hanya menjadi kesia-siaan belaka bagimu,
Ketulusan jiwa adalah doa terindah untukmu,
Bahagialah untukku, untuk jawaban bahwa kau benar memilih tidak bersamaku,
Tersenyumlah utk kebahagianku yg terakhir....
Entahlah...
Dan setiap kotaknya, pasti ada seberkas cerita dgn segenap foto,film, dan biografi lengkap tokohnya yg pernah eksis dalam hatiku.
Dari itulah, kenapa setiap aku bertatapan dgn mu, dg orang yg pernah menawan hari2ku, dalam hatiku msih saja bergetar kencang, mengirimkan sinyal ke saraf2 mataku, hingga akhirnya terpancar dari retina yg memandangmu dg rasa yg beda.
Beda?
Bukan, lebih tepatnya rasa yg sama spt dulu,getaran yg sama, pandangan yg sama...
Dan tak bisa aku pungkiri, smuanya akan slalu tersimpan sangat rapi dlm kotak itu,
utk aq kenang, atau utk aq ulang...
Entahlah...
Tapi, yg membuatku penasaran, adalah mungkinkah dihatimu jg ada kotak, barang sekecil saja spt hatiku yg ada kotak utkmu?
Entahlah...
Penunggu Kereta
Kamu,
Dan semuanya hanya menunggu,
Tunggu waktu,
penunggu kereta datang padaku,
kereta pembawaku,
diujung waktu...
*****
Lelah,menunggu,
Cepat datang,keretaku...
Yang ingin ku katakan, ku lakukan untukmu
Yg disana angkuhmu,
Yg tinggalkan sedih padaku,
Aku mencoba utk tidak membencimu,
meski tak mungkin,karena berat bagiku,
karena kau yg mengajarkanku,
tentang kebencian, dan rasa yg dalam tak lagi tentang cinta, namun kesakitan hati yg dalam,
karena kau yg menginginkanku,
lalu membuangku spt aku ini daun kering yg mudah saja kau tiup dan hilang,
hati ini bersimpul penuh, dan smua simpul ada rasa, setiap rasa adl tentangmu,
tentang mencintaimu,
tapi dulu, sebelum simpul ini kau kusutkan,
aku sungguh terdampar dlm kekecewaan yg jauh karenamu,
aku benar akan mengatakan,
aku membencimu,
dan seandainya kau malam, lebih baik aku siang yg takkan menemanimu,
seandainya kau pantai, aku tak mau menjadi ombak untukmu,
aku takkan berharap kau disini,
ada atau tiadamu takkan berarti,
melatipun tetap wangi tanpa haru,
mawarpun tetap merekah tetap begitu,
smoga waktu memakan cerita ini,
biarkan smua mati dlm harinya,
tentangmu adl coretan kecil dlm buku kusam bagiku,
layak untuk terhapus, dan terlupakan dari hidupku,
dan berganti kisah anyar yg menunggu...
Sabtu, 24 September 2011
Tak Sampai ( Sampai Mati )
terasa jauh tak sampai,
jatuh,
ku bangun lagi,
ku berdiri,
ku berlari lagi dan menubruk, remuk,
tapi aku,
hanya bayangmu yg ku rengkuh,
dalam samar seremang redup pandangku,
sedikit sisa wangimu yg kucium,
harum makin berlalu,mengharu, biru lalu kelabu menusukku...
Kau apa?
Aku apa?
Hati ini tak mampu menggapai, hanya merengek mengharapi,
hanya memimpikan harapkan tanpa ada jalan,
lihatlah keremukan hatiku,
dengarlah kepayahan nafasku,
aku menunggumu dg sekuatku menunggu, meski sia-sia, meski nol ada, meski , meski, meski dan meski smua mati,
tapi aku punya kasih untukmu, meski tak sampai...
tapi sampai mati untukmu,
Senin, 28 Maret 2011
Rabu, 23 Maret 2011
Tuhan (Aku Bertanya)

Tak ada satupun yg kupahami,
saat harus melihat dg ketidaksempurnaan ini,
bhwa smua yg kecil itu mengubah jalan hidupku,
mmatahkan smua senyum,bahkan meleburkan setiap harapanku,
Kenapa Tuhan?
Ada apa Tuhan?
Aku harus melihat beliau menangis karna kekalahanku yg tak termaafkan?
Apa sudah benar2 tak ada sedikit kesempatan utk mmbahagiakannya,mmberi sdikit saja senyum ceria utk kerut wajahnya yg menua karna aku,demi aku?
Kapan Tuhan?
Rabu, 16 Maret 2011
Hati Bersayap

Ku terdiam,tanpa harus ku brtahan, Mencoba ku merelakan stiap buaian, Sudah lah aku,waktu lalu berlalu lah tanpaku…
Lepas lah aku,mimpi lalu,harap lalu,ku lepas untukmu …
Biarkan ku hidup dengan hidupku,Biarkan ku brnafas dengan nafasku,
Bernyanyi dengan hatiku,
Dan menari dengan jiwaku… Tanpamu… Denganmu,tak perlu,tak mengubah hidupku…
Dekatimu… Jauhimu,tak apa,tak hentikan langkahku…
Hati ini masih bersayap, bersiap melayang memutari hati hati menanti yang berharap …
Jiwa ini masih bernafas, berlari menghampiri jiwa jiwa sepi yang terhempas …
Dan sgala tentangmu,tentangku, tentang hati dan rasaku dan rasamu… Ku tinggalkan dsisimu,
Ku lepaskan…dan berlalu
Jumat, 18 Februari 2011
Jika Mentari berprosa (Mawar merindu)
Hay mawar jelitaku,
Tak bosan-bosan kau mekar tanpa cadar dan merekah setiap ku datang lantang dan mulai sorai menyapamu,
Tak lelahkah gemulai indahmu menghias panas keras langkahku yang makin menjauh berlalu,
Tak jenuhkah protektifnya tangkaimu menyaksikan kasmaranmu kasmaranku yang menggebu bergenderang berpadu nyanyian rindu,
Tak iri kah daunmu yang hijau yang melambai santai menyaksikan bualan kita yang tinggi dan irasional tanpa baku,
Dan kau lalu kemana kau setelah ku meredup sendu menyamar samar tenggelam di senja yg tak berpintu itu,
*aku tertidur layu,menggigil dalam rindu*
Aku pun akan datang mawarku,menjelang membelaimu sayang diawal pagi untukmu,
Meski malam menahanku dlm tangannya yang kaku penuh kegelapan menyayu,
Meski kelabu mendung gerimis mengganggu mencoba menyurutkan niatku,
Tapi aku ada,
Aku akan bawa cahaya dunia,
Mencium mesra keningmu lalu rambutmu yg bersemat semangat penuh rindu,mawarku...
*aku pun begitu mentariku,pasti setia memerah untukmu*
Rabu, 09 Februari 2011
Diam
Kadang aq ingin utk berpuisi non fiksi,menyusun kata demi kata sederhana hingga brbait-bait dan kemudian meneriakkannya perlahan di dalam hati,agar hny aq yg bsa mndengarnya,hanya alam,dan Dia Yg Mengerti.
Sperti daun2 di pohon yg menghijau dan menguning sebelum bnar2 menua,yg slalu mentasbihkan Nama2-Nya dstiap awal fajar hinggga akhir senja,hingga malam dan pagi kembali padanya,bahkan saat musim gugur dia merontok ke tanah dan menyatu ke bumi tnpa nyawa.atau saat badai melahap dia terbawa angin,kemudian tiada,
tapi indahnya,menakjubkan jiwa,karna sbuah kesederhanaan kata yg mengungkapkan ketulusan dunia,sangat brsahaja.
Tapi kadang aq jg ingin diam,bahkan tak ingin mengenal satu kata pun dari smua bahasa,bahkan tubuh pun tak mau untuk bersuara,saat dunia terasa neraka,saat smua kata2 munafik menjadi sebuah nyanyian kebanggaan oleh orang yg merasa diatas kebenaran,yg meneriakkan penghukuman kpd yg tak seharusnya.
Suara mereka bagai jilatan2 api yg membakar telinga,bosan,dan sangat memuakkan.
Tak sadarkah mereka yg berteriak benar jg pnya sebuah ketidakbenaran?
Tak malukah mereka yg menghujat yg salah jg pnya sebuah kesalahan?
Tapi kadang aq jg ingin brdiri diatas puncak yg paling tinggi,dan menatap mata mereka satu per satu,dan menjelajahi pikiran mereka,dan kemudian berteriak : " DIAAAMMMMMM!!!!!",diam,diam dan diam.










